Keutamaan Yang Tidak Didapat Ketika Memilih Uzlah
Sudah diketahui bahwa dalam Maqashidu Syari'ah (penyelenggaraan tujuan syari'ah) itu tidak akan maksimal bila tanpa interaksi di tengah-tengah masyarakat (mukhalathoh). Seperti halnya belajar mengajar, bekerja, muammalah, siyasah, amar ma'ruf, dan banyak lagi. Yang mana tujuan-tujuan tersebut gak akan bisa terselenggara bilamana seseorang itu menjalani Uzlah (tidak berinteraksi).
Yang berarti juga, bila kamu menjalani Uzlah maka kamu tidak mendapatkan 7 kemanfaatan dari sebab Mukhalathah, begitu juga bila kamu memilih Mukhalathah maka kamu akan kesulitan mendapatkan 10 manfaat dari sebab menjalani Uzlah.
Baca ulasan selengkapnya perihal manfaat Uzlah dalam artikel "10 Manfaat Uzlah dan Khalwat".
Namun mendapat manfaat dari yang menjalani Mukhalathah maupun bagi yang memilih Uzlah itu pun perlu peninjauan ulang, menimbang posisi kondisi dan situasi dari masing-masing yang lagi menjalani. Sudah menepati adab dan ketentuannya atau belum.
Seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel sebelumnya bahwa, Uzlah tidak lebih baik dari dari Mukhalathoh, begitu juga Mukhathoh tidak juga lebih buruk dari Uzlah. Karena masing-masing dari kedua posisi tersebut (Mukholathoh atau Uzlah) itu ada adab aturan dan ketentuannya. Sama-sama ada tugas dan kewajiban yang harus dilakukan pada kedua posisi tersebut alias podo abote atau sama beratnya.
Maka Uzlah atau Mukhalathoh (sebagai bentuk Mujahadah) ini sangat-sangat kondisional dan dinamis. Bisa terjadi antar satu murid dan murid lainnya tidak sama. Murid A oleh gurunya ditugasi untuk Mujahadah dengan cara Uzlah saja, sedang Murid B ditugasi Mujahadah dengan cara Mukhalathoh. Dan itu sah-sah saja.
Yang perlu digaris bawahi adalah, bila ada seseorang yang ingin Uzlah atau Mukhalathoh (** meski sangat tidak direkomendasikan tanpa Guru Pembimbing, apalagi bagi Mubtadi' atau pemula), maka ia harus menepati Adab dan Syarat Rukun Ketentuan dari kedua posisi tersebut.
Baca ulasan selengkapnya tentang Adab dan Ketentuan Uzalah dalam artikel "Adab dan Syarat Rukun Menjalani Uzlah.7 di Antara Manfaat dan Keutamaan Mukholathoh yaitu :
 |
7 Keutamaan Eksis Di Tengah Publik Daripada Uzlah. Tuhfatu Salikiin min Ihya Ulumuddin. |
1. Belajar dan Mengajar
Belajar mengajar ini adalah di antara Maqashidu Syari'ah (tujuan-tujuan syari'at) yang vital dan utama. Banyak hadist shahih yang menjelaskan bab ini. Silahkan baca kitab-kitab hadist perihal Ta'lim wal Muta'alim. Keutamaan poin ini tak akan bisa diraih apabila seorang itu memilih Uzlah. Karena belajar dan mengajar ini tidak akan bisa lepas dari interaksi dengan orang lain. Baca Ihya' Ulumuddin 4/299, Bab Afatnya Uzlah. Cetakan Darul Minhaj 2011.
Namun begitu, keutamaan belajar mengajar ini juga hanya bisa diraih bila seseorang itu menaati ketentuan-ketentuan belajar mengajar yang dibenarkan oleh syari'at dan hukum yang berlaku. Seperti :
- ✓ Niatnya harus shahih.
- ✓ Maksud tujuannya harus shahih.
- ✓ Belajar ilmu dan mengajar ilmu shahih.
- ✓ Sarana pendukungnya juga harus shahih.
- ✓ Regulasi ketentuannya juga harus shahih. Aturan poin ini, silahkan Muroja'ah di Kitab Ta'lim Muta'allim.
2. Tukar Menukar Manfaat atau Muammalah
Di antara Maqashidu Syari'ah yang tidak kalah vital dan banyak keutamaannya yaitu Mu'ammalah. Sebagaimana banyak hadist yang disabdakan oleh Nabi Muhammad S.A.W. Poin Muammalah ini tak akan terselenggara bila seseorang itu memilih Uzlah.
Seperti halnya mengerjakan atau pekerjaan di berbagai sektor. Sebagai pedagang, sebagai guru, sebagai dokter, sebagai petani, sebagai produsen, sebagai marketing, sebagai pejabat publik, dan lain sebagainya. Yang mana semua itu mau tidak mau harus berinteraksi dengan orang lain.
Namun begitu seperti pada poin sebelumnya, Keutamaan Mu'ammalah ini hanya bisa diraih bila seseorang itu menepati adab dan ketentuan-ketentuan yang dibenarkan Syari'at dan hukum yang berlaku. Seperti :
- ✓ Niat dan tujuannya harus shahih.
- ✓ Ketentuan Mu'ammalahnya harus shahih.
- ✓ Bermua'ammalah pada sesuatu yang shahih.
- ✓ Berikut sarana pendukungnya juga harus shahih.Keterangan selengkapnya perihal Mu'ammalah bisa Muroja'ah dalam kitab-kitab fiqih.
3. Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Dengan Mukholathoh maka akan lebih maksimal proses Amar Ma'ruf Nahi Munkar, akan terjadi saling menasehati dan mengingatkan. Yang mana Amar' Ma'ruf Nahi Munkar ini juga tidak kalah penting dari Maqashidu Syari'ah (tujuan-tujuan Syari'ah) dan tidak akan terselenggara bila kamu memilih Uzlah. Baca ulasan selengkapnya perihal amar ma'ruf nahi munkar dalam artikel "Ketentuan Dalam Praktek Amar Ma'ruf Nahi Munkar".
Termasuk dalam Bab Amar Ma'ruf yaitu Ta'diib dan Ta'adub (ngasih contoh kebaikan dan mengambil contoh kebaikan).
4. Saling Menghibur dan Menguatkan
Seperti halnya menghadiri undangan atau walimah, menghadiri acara-acara keagamaan, atau jadi publik figur atau jadi penggerak social humanity. Poin ini memang sekilas membawa banyak madhorot/terseret pada kerusakan (dalam kontek mukholathoh). Seperti misal walimah atau acara-acara yang di situ banyak sekali kemunkaran, sebagaimana yang masif terjadi pada zaman sekarang ini 2026. Dan nyatanya itu tidak bisa kamu dibendung.
- Kebanyakan orang itu bertindak bodoh atau ngawur.
-- Sialnya, kelakuan bodoh itu sudah umum dilakukan orang-orang.
--- Sialnya lagi, kelakuan bodoh itu malah dijadikan patokan.
=== Wis barr, ntek duet ndok =====!!.
Maka dari itu, keutamaan Mukholathoh pada poin ini tidak akan bisa didapat apabila si Murid itu tidak mengetahui ilmunya, tidak menaati ketentuan-ketentuan Mukholathoh. Termasuk dalam hal ini (amar ma'ruf nahi munkar) juga harus menaati aturan-aturan Syari'at dan/atau hukum yang berlaku.
Agar supaya seorang Murid itu tidak terjebak dalam sesuatu atau interpretasi yang menurutnya sebuah kebaikan, namun tidak terasa malah ia sudah keseret pada keburukan dan kerusakan (ikut-ikutan rusak).
5. Saling Memperoleh Pahala/Rezeki
Dengan adanya interaksi di tengah-tengah masyarakat atau Mukholathoh, maka terciptalah win-win solusion, termasuk pahala yang mursalah. Yang mana poin ini gak akan didapat bilamana seseorang itu memilih Uzlah.
Yang mengajar dapat pahala, yang belajar juga dapat pahala. Yang jual dapat pahala, yang beli juga dapat pahala, berikut produsennya, petani bahan bakunya, kurirnya, pemasarnya, dan banyak lagi.
Baca ulasan mendalam perihal definisi Rezeki dalam artikel "Salah Memahami Definisi Rezeki Cuma Dapat Capek Dan Sia-Sia".
Namun sekali lagi, keutamaan Mukholathoh poin ini itu hanya bisa diraih bila si Pelaku menaati adab dan ketentuan² nya, bukan koq asal-asalan lalu dapat keutamaan. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin nomer 2 tadi.
6. Praktek Tawadhu'
Dari sisi Ahwal (pertumbuhan kerohanian seorang murid), Mukholathoh ini juga sebagai sarana praktek Tawadhu'. Yang mana poin ini juga gak akan ditemukan bilamana seseorang itu memilih Uzlah. Karna tidak akan mungkin praktek Tawadhu' kok sendirian. Bahkan terkadang malah bisa terjadi yang Uzlah itu malah Takabur. Ya karena antara posisi Uzlah atau Mukholathoh itu sama-sama ada adab dan ketentuannya alias ada aturannya alias podo abote.
7. Praktek Suluk atau Pengalaman Lapangan
Dengan eksis tampil di tengah-tengah masyarakat, maka akan diketahui sampai seberapa atau sampai di mana ahwal keruhanian dari seorang murid. Seperti :
✓ Sabar koq sendirian (posisi Uzlah) itu gampang. Tapi masih mampu sabar ketika sudah berumah tangga dan ketika dapat ujian itu nilainya jauh lebih unggul.
✓ Tawwakal koq sendirian (posisi Uzlah) itu gampang. Namun tawwakal di tengah-tengah masyarakat yang sedang mbuh, itu nilainya lebih nyata dan lebih unggul.
Kesimpulan Mudarosah
Dari uraian yang sudah dijelaskan, mulai dari adab dan ketentuan-ketentuan Uzlah dan juga ketentuan Mukholathoh yang juga tak kalah njelimetnya, maka bila ada seseorang yang ngaku-ngaku Uzlah atau Mukholathoh namun tidak tau ilmunya, tidak menaati ketentuannya, maka ia sesungguhnya telah mensia-siakan waktu dan umurnya. Apalagi bagi seorang Mubtadi' atau pemula, terlebih yang tidak punya Guru Pembimbing.
Lalu, baiknya memilih Uzlah atau Mukholathoh?
Kembali lagi pada pembahasan sebelumnya
Baca ulasannya dalam artikel "Antara Uzlah dan Tampil ke Publik, Mana Lebih Baik?", bahwa permasalahan bukan terletak pada mana yang lebih baik antara milih Uzlah atau Mukholathoh, akan tetapi menimbang posisi kondisi dan situasi yang sedang kamu tempati.
Bisa jadi baiknya untuk si A itu Uzlah saja, bisa jadi juga untuk si B itu baiknya Mukholathoh saja. Opsi memilih antara Uzlah atau Mukholathoh ini sangat-sangat kondisional dan dinamis. Juga menimbang kemampuan dari si murid itu sendiri.
Dalam hal memilih di atas, sebaiknya seorang murid (suluk) selalu mengkonsultasikan pada gurunya masing-masing. Agar supaya tidak terjebak pada interpertasi sesaat yang terkadang malah menjerumuskan atau salah eksekusi.
Bagi yang tidak punya guru pembimbing (namun pingin latihan **meski tidak disarankan), maka ia harus ijtihad sendiri, beserta juga harus mengetahui dan menaati adab-adab serta ketentuan-ketentuan dalam kedua posisi tersebut (posisi Uzlah atau Mukholathoh).
Wallohu 'Alam Bishawabih.
Intaha, Ulasan Admin.