Perdebatan Ulama: Antara Uzlah atau Tampil Eksis ke Publik
Setelah pada artikel sebelumnya menjelaskan perihal manfaat Uzlah,
Baca ulasan lengkapnya dalam artikel 10 Manfaat dari menjalani Uzlah.Bahwa Uzlah bagi seorang Murid Salik membawa banyak dampak positif dalam hal proses perjalanan suluknya. Namun begitu, ternyata banyak para tokoh ulama besar yang sudah dari zaman tabi'in berbeda pendapat perihal
"mana yang lebih utama antara menarik diri dari keramaian (memilih Uzlah) atau tampil eksis mengambil peran di tengah-tengah masyarakat (Mukhalathoh)?. Meski antara keduanya tidak lepas juga dari tipuan dan kesulitan beserta juga masing-masing ada faidah kemanfaatan dan kemashlahatannya.
Sebagian ulama besar memilih jalan sunyi menarik diri dari keramaian (Uzlah) demi menjaga kejernihan hati dan keselamatan agamanya dari fitnah dunia, sementara sebagian lainnya justru mewajibkan diri untuk tetap tampil eksis ke publik mengambil peran di tengah-tengah masyarakat guna menyebarkan ilmu dan membawa kemaslahatan.
Para Ulama sama-sama punya dasar hukum dan keabsahan logika. Yang mengutamakan Uzlah punya dasar dan analogi yang sah. Begitu juga yang memilih Mukhalathah (tampil eksis) juga punya dasar hukum dan bantahan yang sah. Lantas, dari kedua jalan mujahadah yang tampak bertolak belakang ini, mana sebenarnya yang dinilai lebih utama untuk dijalani?
Tokoh Ulama Yang Memilih Dan Mengutamakan Uzlah
Di antara yang memilih dan mengutamakan Uzlah, yaitu :
- - Sufyan At-Tsauri
- - Ibrahim Ibn Adham
- - Dawud At-Tho'i
- - Fudhail Ibn Iyadz
- - Sulaiman Al-Khowash
- - Hudzaifah Al-Mar'isyi
- - Bisr Al-Hafi
- - Termasuk Syaikh Az-Zubaidi Shahibu Ittihad Sa'adatul Muttaqin (Syarah Ihya Ulumuddin.
 |
| Beda Pendapat Tentang Uzlah - Ihya' Ulumuddin. |
Para Ulama yang Mengutamakan Tampil di Ruang Publik
Di antara yang memilih dan mengutamakan mukholathoh atau tampil eksis mengambil peran di tengah-tengah publik yaitu :
- - Sa'id Ibn Musyayab
- - Hisyam Ibn Urwah
- - Sufyan Ibn Uyainah
- - Abdullah Ibn Mubarok
- - Imam Idris As-Syafi'i
- - Imam Ahmad Ibn Hambal
Dalil dan Dasar Hukum Ulama yang Mengutamakan Uzlah
Bagi Ulama yang memilih dan mengutamakan Uzlah menggunakan dasar : Lihat Ihya' Ulumuddin, 4/247. Terbitan Darul Manhaj 2011.
1. Karna sudah terlalu masif kemaksiatan di tempat-tempat keramaian. Keburukan sudah tidak bisa dihindari apalagi di tempat-tempat haflah (acara publik). Pendapat Syaikh Al-Karmani dalam Shahih Bukhari.
2. Pada masa sekarang, tampil eksis di tengah-tengah publik tidak banyak membawa manfaat kecuali malah keseret dalam berbagai keburukan. Pendapat Syaikh Badru Al-'Aini.
3. Karna dengan Uzlah menutup celah dan potensi riya' dalam beramal. Menutup celah potensi keruhnya hati dan keliaran nafsu. Terbukanya Syuhud pada keesaan Alloh. Pendapat Syaikh Abul Baqa' Al-Ahmadi.
4. Karena sudah semakin rusaknya zaman dan teman serta masifnya kemaksiatan dan keburukan pada masa sekarang ini. Pendapat Syaikh Zubaidi Pengarang Kitab Ittihaf Sa'adatul Muttaqin Syarah Ihya Ulumuddin.
5. "Wallohi aladzi laailaha illa huwa, laqod halat Uzlah" Demi Alloh, (pada masa ini) telah halal Uzlah. Pendapat dari Sufyan Attsauri R.A riwayat shahibnya Yusuf Bin Ashbath R.A.
6. Sebagian para Arif Billah berkata (mengambil kesimpulan dari pendapat di atas).."Bila pada zamannya para tokoh Tabi'in saja sudah halal Uzlah, maka apalagi pada zaman sekarang, ya malah wajib".
Dengan dasar hukum Firman Alloh : Q.S Maryam (19) ayat 48.
وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَأَدْعُوا۟ رَبِّى عَسَىٰٓ أَلَّآ أَكُونَ بِدُعَآءِ رَبِّى شَقِيًّۭا
"Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku".
✓ Tapi ini (dhoif) dibantah oleh Group Mukhalathah : "ini konteknya kan menjauh dari para kuffar, sedang berinteraksi dengan Kuffar memang tidak ada faidah. Lah terus apa tendensi dan urgensinya menjauh dari kaum yang sama-sama muslim? Yang mana kalo eksis mengambil peran di tengah masyarakat malah banyak manfaat" .
✓ Begitu juga saat ketika Rasul menjalani Uzlah, di antara urgensinya kan menjauh dari para Quraiys yang sedang gencar-gencarnya dan secara terang-terangan memerangi Rasul. Lalu apa urgensinya Uzlah, sedang saat ini kebebasan beragama pun dijamin?!
Dalil dan Dasar Hukum Ulama yang Memilih Eksis
Bagi Ulama yang memilih dan mengutamakan Uzlah menggunakan dasar :
1. Akan terjadi tukar menukar manfaat dengan para Mukminiin. Tolong-menolong dalam kebaikan dan Syiar agama.
Dengan dasar hukum Firman Alloh : Q.S Ali-Imran (3) ayat 105.
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُوا۟ وَٱخْتَلَفُوا۟ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ
"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat".
Lihat ayat-ayat berikut :
 |
| Dalil Beda Pendapat Tentang Uzlah. |
✓ Tapi ayat di atas dibantah oleh para pemilih Uzlah : "Lo itu kan konteknya berpisah tercerai berai (berselisih/) dalam hal agama dan perselisihan Madzhab, atau keluar dari imam yang sah, yang sering berpotensi menjadikan perpecahan di antara umat, sedang Uzlah kan tidak begitu".
Kesimpulan Mudarosah
Qultu : Dari uraian ulasan di atas, bisa di ambil kesimpulan :
Melihat kontek zaman sekarang yang tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa dielakkan hawong nyatanya memang potensi kemaksiatan atau minimal suatu yang bisa mengacaukan kejernihan hati (yang itu adalah tujuan dari para Salikiin) itu memang masif alias ada dimana-mana, bahkan malah ada yang jadi suatu kegiatan atau tradisi.
Sialnya, kamu gak bisa membendungnya atau minimal menghindarinya (potensi terseret itu lebih dimungkinkan), maka Uzlah adalah satu-satunya langkah halal dan efisien yang bisa ditempuh, minimal untuk meminimalisir dan usaha menutup celah terseret dalam lingkaran kekacauan tersebut.
Masalahnya di sisi lain, seorang Salik juga punya kewajiban-kewajiban yang mengharuskan ia harus berinteraksi di tengah-tengah publik.
Baca ulasan keutamaan eksis tampil ke publik dalam artikel "7 Keutamaan Eksis Di Tengah Publik Daripada Uzlah". Entah itu bekerja, kewajiban mencari nafkah buat keluarga, atau malah kebagian tugas jadi peran publik yang tidak bisa ditinggal, misale. Tapi di sisi lain, ia juga pingin seperti para Salikiin. Begitu kan ya pertanyaannya..!!?
Baca ulasan selengkapnya dalam artikel Adab dan Batasan Murid Salik Saat Bekerja.
Maka seorang Salik dituntut untuk mengambil jalan tengah (tawasuth) dan jalan tawazun (seimbang). Dalam kontek ini yaitu tidak memilih antara Uzlah atau Mukhalathoh, Namun menempati posisi kondisi dan situasi yang oleh Alloh ia ditempatkan dalam kondisi dan situasi masing-masing. Namun begitu, Eksis tampil di tengah masyarakat bagi seorang Murid Suluk juga ada Adab dan Ketentuannya. Baca ulasan selengkapnya dalam Ketegori "Adabu Suhbah".
Bila ia ternyata diposisikan dan dikondisikan oleh Alloh tampil eksis di tengah publik, ya ia harus menempati posisi itu dengan segala aturan dan adab-adabnya sebagai seorang Salik.
Baca ulasan selengkapnya dalam artikel "Adab Ketika Menjalani Uzlah Dan Syarat Ketentuan Uzlah". Namun bila tidak diposisikan dalam kondisi posisi dan situasi tersebut, yawis gak usah mancing-mancing pingin eksis di tengah-tengah publik.
Baca ulasan selengkapnya dalam artikel Mengawali Suluk Dengan Asbab atau Tajrid Saja?.
Seperti dawuh Imam Syafi'i : Lihat Ihya Ulumuddin, 4/330, Cetakan Darul Minhaj.
الإنقباض عن الناس مكسبة للعدواة - والإنبساط إليهم مجابة لقرناء السوء - فكن بين المنقبض والمنبسط
"Terlalu kaku (uzlah/tertutup) sering berpotensi permusuhan (disalah fahami). Terlalu longgar membuka celah teman buruk (terkontaminasi). Maka jadilah kamu di tengah-tengah antara keduanya".
Qultu : Ya gak kaku, ya gak liar. Ya sumeh tapi bukan kegatelan. Ya bukan sok suci tapi bukan juga compang-camping. Sedengan.
Senada dengan Imam Syafi'i R.A, Syaikh Wahab Ibn Munabah yang terdokumentasi dalam kitab Al-Uzlah yang memilih jalan tengah : Lihat Kitab Al-Uzlah, Karya Abi Sulaiman Al-Khathabi (319 H -388 H), Hal 238.
لا بد لك من الناس والناس منك - لك إليهم حوائج و لهم إليك حوائج - ولكن كن فيهم أصمّ سميعا أعمى بصيرا سكوتا نطوقا
"Tidak bisa kamu lepas dari manusia/masyarakat. Kamu memerlukan orang-orang dan orang-orang memerlukanmu. Kamu punya hajat pada orang² dan orang² punya hajat padamu. Akan tetapi jadilah dirimu tuli tapi mendengar, buta tapi melihat, diam membisu tapi berbicara".
Qultu : Maksudte, ya kumpul dengan orang-orang namun pembicaraan, obrolan, kepentingan, aktivitas, atau rutinitas yang tidak berhubungan dengan hajat keperluanmu atau kepentingan dan kemaslahatan uzlahmu, ya diskip aja".
••=============••
Wallohu A'lam Bishawabih
Intaha, Ulasan Admin.