 |
| Maqolah 012, Attanbih Syarah Alhikam. |
Penjelasan Hikmah Fasal 012, Bab Uzlah Dan Tafakur.
ما نَفَعَ القَلْبَ شَئٌ مِثْلُ عُزْلةٍ يَدْخُلُ بِها مَيْدانَ فِكْرَةٍ
Bacaannya.
"Maa nafa'a qolba syaiun mitslu uzlatin - yadkhulu fiihaa maidana fikrotin".
Terjemahnya.
"Tidak ada tehnik (yang lebih tokcer, cepat, tepat, dan efisien) yang bermanfaat untuk berbagai masalah hati (dalam cepatnya menyembuhkan penyakit hati) selain Uzlah yang dibarengi Tafakur".
Kamus Kata :
1. Maa nafa'a qolba syaiun.
Tidak ada yang lebih bermanfaat (memberi efek signifikan) untuk (berbagai permasalahan) hati, dalam konteks ini adalah bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit-penyakit hati, mulai dari rasa cemas rasa khawatir rasa gundah rasa berkecil hati, rasa iri dengki benci jengkel marah, rasa angkuh, berbangga diri, rasa ingin dipuji, rasa pamer, rasa tidak dapat tempat di hati makhluk (rasa terkucil), dan lain sebagainya.
Selengkapnya perihal penyakit-penyakit hati bisa muroja'ah dalam Bab Perilaku Hati Dan Nafsu.
2. Mitslu Uzlatin.
Yang semisal Uzlah. Dalam konteks ini adalah tidak ada tehnik atau cara lain untuk penyembuhan penyakit hati yang lebih tokcer efeknya yang seperti Uzlah. Uzlah adalah pengasingan diri atau lebih spesifik lagi Mengkarantina Hati.
Jadi ibarat (hati) orang itu sedang sakit flu, maka harus dikarantina dari minum es.
Ibarat orang itu lagi luka, maka bagian luka itu harus diperban (dikarantina) agar tidak terkena debu atau air, untuk mempercepat penyembuhan.
Dalam konteks ini, ibarat orang itu (sakit hatinya) sering sombong angkuh atau berbangga diri, maka harus dikarantina dari sebab-sebab yang menyebabkan ia sombong atau berbangga diri. Dan contoh-contoh yang lain.
3. Yadkhulu Biha Maidana Fikrotin.
Yang di dalam proses karantina itu tadi atau saat masa mengkarantina hatinya itu, ia juga masuk pada arena tafakur atau medan perenungan.
Ibarat orang sakit bila pingin cepat sembuh, selain harus menjauhi pantangan atau sebab-sebab yang menghambat proses penyembuhan itu atau malah menggagalkan penyembuhan, ia juga harus minum obat atau vitamin.
Jadi Uzlah itu mengkarantina atau bagian yang luka diperban. Sedang Tafakur itu obatnya atau vitaminnya. Dalam kontek ini yang luka atau terkena penyakit itu hatinya. Akirnya, proses penyembuhan hati (proses Tazkiyatun Nafs) itu akan sangat cepat sekali.
Uzlah-uzlah tok tanpa dibatengi Tafakur, bukan penyakit hatinya yang sembuh tapi malah ditemui demit. Demikian juga, bila tafakur-tafakur tok tanpa dibarengi Uzlah, akirnya campur lagi dengan kebiasaan-kebiasaan lama, kumpul sama orang-orang lagi, akirnya mikir sana-sini, akirnya hatinya jadi kotor lagi.
Bila ditanyakan.
"Kenapa harus menyertakan tafakur?"
Ya, karena tafakur itu adalah cara atau katakanlah obat paling efektif dan efisien untuk segala permasalahan hati. Selain juga harus mengkarantina hati (Uzlah).
Ibarat, orang jahat bisa jadi baik, orang bodoh bisa jadi mengerti dan faham, orang depresi frustasi putus asa bisa jadi punya gairah bertahan, orang pemarah tergesa-gesa bisa jadi kalem penyabar itu entah seberapa detik menit jam hari atau bulan sebelumnya PASTI melewati proses tafakur dulu (ia mau mikir-mikir dulu), ada sebuah kesadaran entah berapa persen yang masuk dalam hatinya.
Selengkapnya perihal Medan Perenungan atau Tafakur...
- Apa saja yang harus dilakukan saat masa Tafakur?
- Apa saja bahan dan racikan untuk Proses Tafakur?
- Apa dan mana dalil Nash Ayat atau Hadist perihal perintah dan dasar-dasar Tafakur?
Silahkan Muroja'ah dalam Bab Tafakur, masih dalam Blog ini.
Syarah Penjelasan Fasal 012.
Dalil Uzlah.
Surah Maryam (19) ayat 49.
فَلَمَّا ٱعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ ۖ وَكُلًّۭا جَعَلْنَا نَبِيًّۭا
"Maka ketika Nabi Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi".
Buah Suguhan Setelah Proses Uzlah.
- Mafakhir Aliyyah, Hal 61.
BELUM KOMPLIT