Analogi Dunia Fana Dan Wujudnya Alloh Semata: Al-Hikam Pasal 14
سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ
Mudarosah Al-Hikam Hikmah Pasal 14
Masih menjelaskan tentang bahan tafakur. Setelah sebelumnya menjelaskan bahan tafakur yang mendorong dan menguatkan para penempuh perjalanan suluk dalam proses Tazkiyatun Nafs Baca ulasannya dalam artikel "4 Sebab Yang Sangat Menghambat Proses Tazkiyatun Nafs", maka dalam fasal ini Muallif Ibnu 'Athaillah memberikan contoh bahan tafakur atas jelasnya Wujudnya Manifestasi Kekuasaan Alloh.
✓ Teks Arab Matan Kitab Al-Hikam Pasal 14
✓ Bacaan Al-Hikam Hikmah Pasal 14
"Al-Kaunu kulluhu dzulmatun. Wa innama anaarohu dzuhurul haqqi fiihi. Fa man ro`a al-kauna wa lam yasyhad-hu fiihi, au indahu, au qoblahu, au ba'dahu, faqod a'wazahu wujudul anwari, wa hujibat anhu syumusul ma'arifi bi suhuubil atsaari.
✓ Terjemah Al-Hikam Hikmah Pasal 14
"Al-Kaun-Semua yang ada (selain Alloh) itu (pada hakikatnya) gelap (tidak ada). Sungguh, Al-Kaun itu menjadi terang (terlihat ada) cuma karna tampilnya (manifestasi) Alloh di dalamnya.
Maka bila ada orang menyaksikan Al-Kaun, namun tidak mampu menyadari tampilnya (manifestasi) Alloh di dalam Al-Kaun, atau bersama Al-Kaun, atau sebelum Al-Kaun, atau sesudah Al-Kaun, Maka sungguh ia sudah tersilaukan oleh terang-benderangnya Al-Haq (kebenaran akan adanya Alloh), dan sungguh ia sudah terhalang dari fakta-fakta kebenaran Al-Haq (yang diibaratkan seperti matahari saking terangnya) karena hanya melihat bentuk dan tampilan-tampilan lahirnya atau wadaknya Al-Kaun ("hanya melihat tampilan lahir" yang diserupakan awan mendung karna menutupi cahaya kebenaran Al-Haq).
✓ Kamus Kata Al-Hikam Hikmah Pasal 14 :
![]() |
| Analogi Dunia Fana Dan Wujudnya Alloh Semata. |
✓✓ Al-Kaun
Yaitu : Kullu maa takuunu fil wujudi ad-dzahir. Semua yang ada, yang bisa diindera secara dzahir. Mu'Jam Sufi hal 986, Karya Dr. Su'ad Al-Hakiim.
Yaitu : Ma kawwanathu al-qudroh, wa adzharothu lil 'iyan. Segala sesuatu yang diadakan oleh Kuasanya Alloh dan bisa dirasakan. Iqadzul Himam Syarah Al-Hikam Ibn Ajibah, Hal 62.
Qultu : Al-Kaun adalah Istilah dalam tasawuf untuk menyebut Segala yang ada selain Alloh. Entah ada dan terlihat secara bentuk (bisa dilogika atau dirasa) atau yang tak terlihat secara bentuk (entah berupa prasangka, obsesi, cita-cita, keinginan, harapan, imajinasi, atau yang cuma ada dalam perasaan atau cuma dalam kesadaran), TAPI ITU SEMUA SELAIN ALLOH atau Al-Haq.
Semisal kamu terobsesi atau berkeinginan untuk menjadi kaya raya harta dunia, itu juga bisa dinamakan Al-Kaun (meski secara umum, meski mubah, tapi itu bukan Al-Haq). Semisal kamu terobsesi atau berkeinginan pada Amal dan Pahala Akhirat itu bukan Al-Kaun (karna Akhirat itu termasuk Haq).
Al-Kaun : Bisa juga jadi ibarat untuk mengistilahkan "Semesta Alam atau Alam Semesta". Entah itu alam dulu, alam sekarang, atau alam yang akan datang. Entah itu alam kasat mata atau alam tak kasat mata. Entah itu alam atas, alam tengah, alam bawah, atau alam pinggir.
✓✓ Dzulmah
Yaitu : Gelap. Yaitu kesebalikan dari terang atau cahaya. Dzulmah adalah suatu ibarat yang digunakan untuk menyebut suatu kondisi atau situasi yang di situ sedang tidak ada cahaya atau penerangan. Karena gelap, akirnya segala sesuatu yang ada di situ (di ruangan itu) tidak bisa ditemukan, sampai wujudmu sendiri pun tidak bisa ditemukan dan menemukan (semuanya tidak ada).
Situasi Gelap itu juga sebenarnya tidak ada. Yang ada adalah tidak adanya cahaya yang masuk pada situasi tersebut. Lalu situasi tsb dinamakan gelap.
Situasi Bodoh itu juga sebenarnya tidak ada. Yang ada adalah tidak adanya ilmu atau pengetahuan yang masuk pada situasi tersebut. Lalu situasi tsb dinamakan bodoh.
Situasi Dingin itu juga sebenarnya tidak ada. Yang ada adalah tidak adanya panas atau kehangatan yang mengisi situasi tersebut. Lalu situasi tsb dinamakan Dingin.
Situasi Sepi itu juga sebenarnya tidak ada. Yang ada adalah tidak adanya aktivitas yang mengisi pada situasi tersebut. Lalu situasi tsb dinamakan Sepi.
Lalu bagaimana kalau situasi hati seseorang itu selalu bersama Alloh, ya pasti terasa ramai terus, terasa hangat terus, dan lain sebagainya.
"Tidak ada kehilangan bagi orang yang menemukan-Mu.Dan tidak ada menemukan bagi orang yang kehilangan-Mu".
![]() |
| Dari gelapnya kebodohan menuju cahaya Ilahi. |
Dalam konteks fasal ini "ibarat Dzulmah" digunakan untuk menyebut Al-Kaun (atau bisa kamu katakan semua yang ada dalam ruangan (alam) itu). Bahwa segala sesuatu selain Alloh sebagai yang memberi Cahaya itu pada hakikatnya itu Dzulmah (tidak ada, tidak bisa ditemukan, dan tidak bisa menemukan).
✓✓ Wa Innama Anarohu Dzuhurul Haqqi Fiihi
Mata atau semua indera kita itu pada aslinya tidak bisa apa-apa (gelap, tidak ada, tidak bisa menemukan suatu apapun, atau ditemukan, apalagi mewujudkan sesuatu). Jadi bisa melihat atau menemukan sesuatu karena ada cahaya yang menyorot pada sesuatu tersebut, lalu cahaya itu memantul dan ditangkap mata kita (dan ndilalah mata kita dalam keadaan sehat). Lalu dari tangkapan mata, dikirimlah sinyal ke otak, lalu otak berkolaborasi dengan akal mengolah informasi sinyal tersebut, lalu memberi ilmu atau kesimpulan atau pengetahuan... "Oo..ini meja. Oo..ini kursi. Oo..ini indah. Oo..ini jelek".
Dari runutan contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa sesuatu yang disorot cahaya tadi atau mata kita atau indera kita (wujud kita) sebagai media penangkap cahaya tadi itu pada hakikatnya tidak ada atau tidak bisa menemukan atau ditemukan. YANG MEMBUAT SEMUA JADI ADA, BISA MENEMUKAN ATAU DITEMUKAN, ATAU BISA DIMENGERTI, YA HANYA KARENA ADA CAHAYA ITU TADI. Ya cuma karna cahaya itu tok.
Sebagai bukti lagi, coba kamu dalam ruangan yang gelap gulita. Maka kamu tidak bisa menemukan sesuatu, berikut kamu juga tidak bisa ditemukan, yang berarti semuanya adalah TIDAK ADA. Yang ada itu ya cuma Cahaya yang menerangi ruangan tersebut, hingga akirnya semua jadi ada (kamu jadi ada, kamu bisa menemukan sesuatu atau kamu bisa ditemukan).
✓✓ Fa Man Ro`a Al-Kauna wa Lam Yasyhad-hu Fiihi
Maka bila ada orang yang melihat atau menyaksikan segala sesuatu yang ada (Al-Kaun), namun tidak mampu menyadari ada "Penampilan Cahaya Alloh atau Manifestasi Kuasa Alloh" di dalam segala sesuatu tersebut, atau di sisinya, atau sebelumnya, atau sesudahnya, Maka sungguh ia sudah tersilaukan oleh terang benderangnya cahaya tersebut (saking jelasnya Cahaya Manifestasi Kekuasaan Alloh hingga cahaya itu tidak bisa dilihat dan dirasa).
✓✓ Wahujibat Anhu Syumusul Ma'arifi bi Suhubil Atsari
Karena saking terang benderangnya cahaya (Manifestasi Kekuasaan Alloh/Dzuhurul Haq) yang menyorot pada segala sesuatu tadi (Al-Kaun), dan kamu hanya menganggap yang ada ya cuma Al-Kaun itu tadi, namun kamu tidak mampu menyaksikan atau tidak mamlu memahami, atau tidak mampu menyadari adanya cahaya yang menyinarinya, MAKA sebenarnya kamu sedang terhalang dari (Syumusul Ma'arif atau Fakta-Fakta Kebenaran yang Sejati) adanya cahaya yang sebenarnya (Manifestasi Kekuasaan Alloh) . Karena sebab kamu hanya melihat adanya Al-Kaun atau jejak-jejak yang disoroti cahaya tadi (yang diibaratkan seperti awan mendung yang menutupi cahaya matahari).
Penjelasan Hikmah Al-Hikam Pasal 14
Kesimpulan Mudarosah
Adanya sesuatu itu terlihat ada (bisa kamu temukan dan bisa ditemukan) itu karna kesorot cahaya. Yang artinya, bila tidak kesorot cahaya, ya berarti tidak ada (tidak bisa ditemukan dan tidak bisa menemukan).
Bila kesorot cahaya, terus sesuatu itu bisa ditemukan atau kamu bisa menemukannya, ITU HANYA TERLIHAT SAJA (kelihatannya saja). Artinya, pada hakikat aslinya sesuatu itu tidak ada. Tapi karna kesorot cahaya, akirnya TERLIHAT ADA.
Maka andai saja ada sesuatu yang tidak kesorot cahaya namun bisa kamu temukan (meraba-raba, misale), Maka sudah bisa dipastikan kamu menemukannya itu dengan Mata Bathin (Bashiroh, Pangroso, Perasaan, atau Kesadaran).
Karna sesuatu yang Ghaib (matamu tidak melihat bentuknya namun masih bisa menemukan, masih bisa merasakan, bahkan sampai bisa menyimpulkan) itu hanya bisa diindera ditangkap dengan Mata Bathin (Bashiroh). Baca juga ulasan tentang Bashiroh dalam artikel "Inthimasil Bashiroh - Penyebab Mata Hati Tertutup Dari Hikmah".
Akirnya, Selain Alloh pada hakikat aslinya itu TIDAK ADA. Yang ada hanya Alloh semata. Pembahasan ini akan diulas lebih lanjut dalam Kategori "Bab Maqamat" yang membahas Maqam Jam'u wal Farqu, Maqam Baqa' wal Fana'.
•• ============ ••
Artikel Terkait
Mudarosah Interaktif
Share Vote Comments And Other
Author Catatan Mudarosah.
Terima Kasih telah membaca Catatan Mudarosah
[ Analogi Dunia Fana Dan Wujudnya Alloh Semata: Al-Hikam Pasal 14 ], Semoga bermanfaat.
Halaman Catatan Favorit ada di kolom pojok kanan atas.
Contact and Support : admin.mudarosah@gmail.com





