Analogi Dan Makna Dari Asmaul Husna Al-Qohar: Al-Hikam Pasal 15

Logo Resmi Kampus Mudarosah
Posted By : |
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Mudarosah Al-Hikam Hikmah Pasal 15 

Masih menjelaskan tentang "Bahan Tafakur". Setelah dalam fasal sebelumnya (Al-Hikam Fasal 014) membahas tafakur perihal "semua yang ada selain Alloh itu sebenarnya tidak ada" Baca ulasannya dalam artikel "Logika Dunia Fana Dan Adanya Alloh Semata"., dalam fasal 015 ini Muallif Ibnu Athaillah mencontohkan kembali bahan tafakur atas Asma' dan Sifatnya Alloh Al-Qohar (Alloh Yang Maha Memaksa). Fasal ini berkaitan erat dengan fasal sesudah ini (Al-Hikam Hikmah Fasal 016). 

Mohon pada pembaca agar secara utuh membaca runutan pembahasan fasal (Dalam Kategori "Bab Tafakur"). Mohon juga pada para pembaca agar ikut sedikit mikir, karna dalam pembahasan Kategori "Bab Tafakur" itu memang harus dibaca pelan-pelan sambil mikir. Terkadang 1,2,3 kali belum faham, setelah dibaca sambil dipikir maknanya yang ke 4 kalinya baru dapat pencerahan. Begitulah ciri khas dari Kitab Al-Hikam. 

✓ Teks Arab Matan Kitab Al-Hikam Pasal 15 

مِمَّا يَدُلُّكَ عَلَى وُجُودِ قَهْرِهِ سُبْحَانَهُ أَنْ حَجَبَكَ عَنْهُ بِمَا لَيْسَ بِمَوْجُودٍ مَعَهُ  

✓ Bacaannya Al-Hikam Hikmah Pasal 15 

"Mimmaa yadulluka 'ala wujudi qohrihi subhanahu an hajabaka 'anhu bi maa laisa bi maujudin ma'ahu". 

✓ Terjemahnya Al-Hikam Hikmah Pasal 15 

"Sebagian dari bukti atas sifat Qohriyyahnya Alloh Yang Maha Suci (sifat Alloh selalu memaksa) yaitu Alloh bisa menghalangimu dari-Nya (membuat dirimu tidak tau adanya Alloh) dengan penghalang yang tidak ada di sisi-Nya". 

✓ Kamus Kata Al-Hikam Pasal 15 

Analogi Dan Makna Dari Asmaul Husna Al-Qohar - Alhikam Fasal 015
Addurotul Hasna - Syarah Asma Al-Qohar. Al-Hikam Fasal 015.  

✓✓ 'Ala Wujudi Qohrihi 

Manifestasi atau wujud dari Af'alnya Alloh atau pekerjaannya Alloh yang selalu memaksa (Qohrihi). Sedang Asma'nya namanya Al-Qohar (Yang Maha Memaksa). 

Begini, semisal kamu pinter nulis, maka secara otomatis kamu punya "Penulis atau Katib" (itu nama julukanmu). Sedang menulis itu adalah pekerjaanmu. Sudah terkenal dengan julukan Penulis, berarti sudah ada atau harus ada sasaran atau objek yang ditulisi (pena dan buku, atau semisalnya). 

"Bagaimana dapat julukan TUKANG atau terbukti ia pandai NUKANG, hawong dia gak pernah nukang atau gak ada wujud dari karya tukangnya?". Begitu kira-kira...

Al-Qohar (Yang Maha Memaksa) itu Asma' julukannya Alloh. Berarti pekerjaan-Nya adalah selalu memaksa. Berarti juga sudah ada atau harus ada sasaran atau objek yang dipaksa. Lah sasarannya apa, siapa? Sasarannya ya Makhluk itu. 

Al-Qoohir = Yang Maha Memaksa. 

Al-Qohhar = Yang Selalu (Banyak) Memaksa. 

Al-Qohhar (Qoharo) juga bisa bermakna :
  1. Memaksa 
  2. Menundukkan / Taskhir
  3. Mengalahkan / Taghlib
  4. Menguasai / Menguasakan / Tashlith
  5. Merampas / Merebut 
  6. Memaksa sama / Memaksa pas
  7. Memaksa beda / Memaksa tidak pas 
  8. Memaksa ada / Memaksa harus sesuai atau ideal 
  9. Memaksa tiada / Memaksa tidak sesuai atau tidak ideal 
  10. Membatasi / Membuat Terbatas 
  11. Mendesak 
  12. Mengharuskan / Mewajibkan 
  13. Menaklukkan 
  14. Menggulingkan 
  15. Menyusahkan / Menghilangkan / Menggagalkan / Mengecewakan 
Yang intinya Al-Qohhar itu memaksa sesuatu untuk mau tidak mau harus tunduk dan  menyerah (meski terkadang secara logika menerima paksaan itu tidak sesuai peruntukkannya atau penempatannya). 

Seperti contoh "menerima kenyataan". Semua orang itu pinginnya berhasil sesuai keinginannya (bisa ngatur sesuka hati), namun pada kenyataannya ia dipaksa untuk mau tidak mau - harus mau untuk menerima kenyataan gagal/tidak sesuai. Andai koq gak mau nerima, pasti akan terjadi kerusakan atau hukuman. 

Orang hidup koq gak mau menerima kenyataan kalo ia harus bernafas menghirup udara dan memakan rezekinya Alloh dan menikmati nikmat-nikmat Alloh, yo malah Mati atau ia akan sakit. 

Orang hidup koq gak mau menerima kenyataan bahwa mau tidak mau ia harus membuang kotoran, yo malah Mati. Itulah Manifestasi dari Sifat Al-Qohhar. 

✓✓ An hajabaka anhu 

Hijab itu penghalang. Sesuatu yang menghalangi dirimu dari sesuatu yang lain. Entah bentuk penghalangnya itu terlihat atau tak terlihat/samar, tipis atau tebal, bisa ditemukan atau tidak, bisa dilogika atau tidak. Intinya kamu terhalang dari sesuatu tersebut. Entah terhalang secara kenyataannya (hissi) atau (maknawi) terhalang dalam kesadarannya saja (karna tidak menyadarinya, karna tidak tidak tau, atau sedang lupa). 

Contoh ungkapan : "Jauh di mata, dekat di hati". Entah sebabnya karna apa, secara kenyataan ia terhalang pada sesuatu. Tapi secara kesadaran ia tidak pernah terhalang. 

Contoh ungkapan : "Out of sight, out of mind" (tidak terlihat, maka terlupa). Secara kenyataan terhalang, secara kesadaran juga gak terpikir atau terhalang. Yang berarti juga tutup atau batasan tadi itu ada atau wujud atau diketahui. 

Hijab secara umum, bisa juga kamu katakan pada suatu tutup atau batasan. Menutupi pada suatu yang ditutupi, membatasi sesuatu yang ada dalam batasan itu. 

✓✓ Bi maa laisa bi maujudin ma'ahu 

"Dengan penghalang yang tidak ada di sisi Alloh". Diketahui bahwa penghalang dinamakan penghalang itu kan karna kita tau fisiknya atau batasannya (sesuatu atau penghalangnya itu tadi diketahui atau ada wujudnya). "Lah kalo gak tau-gak diketahui-gak ada wujudnya, bagaimana itu bisa dikatakan penghalang?". 
Contoh dalam kontek fasal ini (dengan penghalang yang tidak wujud bersama Alloh) di antaranya : 
  1. ✓ Kamu dibikin gak tau. 
  2. ✓ Kamu dibikin gak faham. 
  3. ✓ Kamu dibikin gak nyadar. 
  4. ✓ Kamu dibikin lupa. 

Itu semua bisa jadi penghalang, tapi penghalangnya tidak wujud, dan itu pun dari sisi kamu, bukan dari sisi Alloh. Yang mana penghalang ini bisa disebut juga dengan kondisi atau situasi Dzulmah (gelap, karna tidak adanya ilmu atau absennya kesadaran), seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelum ini (Al-Hikam Hikmah Fasal 014). 

Penjelasan Hikmah Al-Hikam Pasal 15 

Refleksi Dan Makna Dari Asma Dan Sifat Al-Qohar. 

Berangkat dari Firman Alloh dalam Al-Qur'an : 
وَعَنَتِ ٱلْوُجُوهُ لِلْحَىِّ ٱلْقَيُّومِ ۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًۭا 
"Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman". Q.S Ta-Ha (20) ayat 111. 

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ  
"Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui". Q.S Al-An'am (6) ayat 18. 

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ 
"Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya". Q.S Al-An'am (6) ayat 61. 

Diantara makna dan efek taratub (efek domino) dari Sifat Al-Qohar yaitu : 

1. ✓ Yang Maha Memaksa itu berarti harus satu (ijen atau ngijeni atau infirod). Karna kalo tidak satu, maka batallah sifat Maha Memaksa. 

2. ✓ Yang Maha Memaksa itu berarti mengalahkan yang selainnya. Memaksa yang lain untuk kalah, menerima, dan menyerah tanpa syarat (Qohru wal Ghalabah). 

3. ✓ Yang Maha Memaksa itu berarti memaksa yang selainnya untuk tidak punya keinginan. Memaksa yang lain untuk tunduk nurut manut pada keinginan yang Memaksa. 

4. ✓ Yang Maha Memaksa itu berarti Menangan. 

5. ✓ Yang Maka Memaksa itu berarti sangat Luhur-Tinggi. Memaksa yang selainnya untuk di bawah kendalinya, memaksa yang lain untuk tunduk berada di bawah, hina, asor.

6. ✓ Yang Maha Memaksa itu berarti Kekuasaan Absolut, Otoritas dan Prerogatif Tertinggi. mengizinkan sesuatu atau tidak mengizinkan sesuatu. Memaksa sesuatu untuk ada dan memaksa sesuatu untuk tidak ada. Baca ulasan selengkapnya perihal makna Asma' Al-Qohar dalam artikel "Refleksi Dan Manifestasi Dari Asma' Sifat Al-Qohar". 

Analogi Dan Makna Dari Asmaul Husna Al-Qohar - Alhikam Fasal 015
 Makna Dari Asmaul Husna Al-Qohar. 

Dalam kontek fasal 015 ini, Alloh itu bisa lo bikin penghalang atau tutup (untuk tidak bisa diketahui) dengan sesuatu yang wujudnya tidak ada di sisi-Nya. Kamu dibikin tidak tau, tidak faham, tidak nyadar, atau dibikin lupa. Yang berarti juga, menisbatkan tidak tau dan lupa itu muhal pada sisi Alloh. Artinya juga, Alloh itu Maha Mengetahui dan Tidak Pernah Lupa. 

Kesimpulan Mudarosah 

Dari uraian ulasan di atas dan ulasan pada artikel sebelumnya (Al-Hikam Hikmah Fasal 014) yang membahas bahwa selain Alloh itu tiada, Maka shahihlah dawuh Muallif Ibnu Athaillah yang mengatakan : At-Tanwiir fi Isqathi Tadbiir, Karya Muallif Ibnu 'Athaillah W. 709, Hal 306. 

 فما سوى الله عند أهل المعرفة فلا يوصف بوجد ولا فقد - إذ لا يوجد معه غيره لثبوت أحديته - ولا فقد لغيره لأنّه لايفقد إلا ما وجد - ولو إنتهك حجاب الوهم لوقع العيان على فقد الأعيان - ولأشرق نور الإيقان فغطى وجود الأكوان #؟ 

Qultu : Bagi para Ahli Ma'rifat, (pada hakikatnya) segala sesuatu selain Alloh itu tidak bisa disifati dengan menemukan atau kehilangan, tidak bisa disifati fengan ada atau tiada. Andai sesuatu selain Al-Haq itu ada, maka sebenarnya itu tidak ada, apalagi kalau tidak ada (wujudnya), ya malah lebih tidak ada lagi. 

Begini...Alloh Al-Haq, Ghaib itu Haq, Akhirat itu Haq, Alam Barzakh itu Haq, berikut Hukum-Hukum yang terkandung dalam Al-Quran itu semuanya Haq. Semisal contoh bila Al-Quran mengatakan Dunia-Harta Dunia itu menipu (itu Haq, kebenaran yang sejati memang begitu). Andai kamu berkesimpulan Harta Dunia itu tidak menipu, maka berarti kesimpulanmu itu batal (dianggap tidak ada). 

Andai kamu ngeyel dan berkesimpulan "Dunia-Harta Dunia itu nyata ada" itu hanya kelihatannya. Bisa jadi kamu sedang tidak tau ada bukti lain atau fakta lain, ada analogi dan filosofi lain, ada kebenaran lain, yang fakta atau bukti bisa langsung mematahkan dan merobohkan kesimpulanmu itu. Alias kamu sedang terhalangi (tertutupi atau ditutupi) dari Al-Haq. 

Terhalangi dengan apa? Sebab apa? 
"Ya dengan sebab kesimpulanmu atau kengeyelanmu itu sendiri" . 

Terhalangi dari apa? 
"Ya terhalang dari Fakta Kebenaran itu tadi (Al-Haq)". 

Itulah makna dari teks matan "Bi Maa Laisa Bi Maujudin Ma'ahu". 

•• =========== •• 
Wallohu 'Alam Bishawabih 
Intaha, Ulasan Admin 

Artikel Terkait

Mudarosah Interaktif

Share Vote Comments And Other

Author Catatan Mudarosah.

Terima Kasih telah membaca Catatan Mudarosah
[ Analogi Dan Makna Dari Asmaul Husna Al-Qohar: Al-Hikam Pasal 15 ], Semoga bermanfaat.

Save as FAVORIT Bagikan Artikel

Halaman Catatan Favorit ada di kolom pojok kanan atas.
Contact and Support : admin.mudarosah@gmail.com

Vote
Post Location :
Kec. Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Indonesia

Bab Dan Fasal

Komentar

Kirim Email
Buka Disqus

Komentar

Kebijakan berkomentar.