Refleksi Pemahaman Tentang Terkabulnya Doa
Rahasia Pengkabulan Doa itu memang misteri dan selamanya sampai kapanpun akan tetap jadi misteri. Karna dikabulkan atau tidak dikabulkannya suatu doa atau permohonan itu adalah hak prerogatif Alloh. Seperti Firman-Nya dalam Al-Quran :
بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ
"Tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah)". Q.S Al-An'am (6) ayat 41.
Namun begitu, Alloh Ta'ala lewat Ilmu-Nya juga memberikan kisi-kisi atau sebentuk kode atas realisasi ijabah-Nya. Melalui Ayat Al-Qur'an, Hadist Nabi, dawuh-dawuhnya para Ulama Billah, atau melalui Ilhamnya para Shalihiin. Entah itu dari adab dan tatacaranya berdoa, waktunya berdoa, bentuk atau bacaan doanya, atau pemahaman rasa atau kesadaran si pendoa saat ketika ia berdoa.
Di satu sisi dari si Pendoa selalu disuruh berdoa dan diatur dengan berbagai adab cara dan kriteria, di sisi lain, penilaian semua itu hanya pada Alloh. Doamu dinilai A, B, atau C, sudah tepat atau belum memenuhi kriteria, ada yang terlewat atau ada yang kelebihan, itu semua yang menilai Alloh, kamu selamanya gak akan pernah dikasih tau (kecuali Alloh memang menghendaki ngasih tau kamu karna ada tujuan khusus). Masalahnya kan di situ itu. Baca ulasan tentang ini dalam artikel "Bagaimana harus bersikap saat doa belum terkabul? Hikmah Alhikam Fasal 06".
Alloh sang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui lebih faham dari kamu. Doamu itu baiknya dikabulkan atau tidak dikabulkan saja. Dikabulkan segera atau ditunda saja, atau malah baiknya diganti saja dengan yang lebih manfaat. Kamu itu benar-benar perlu dan membutuhkan atau cuma ngaku-ngaku butuh. Kalo dikabulkan membawa manfaat atau malah bikin dirimu dalam ancaman/kerusakan.
Ya gak lucu to, andai saja beneran dikabulkan kamu punya mobil, tapi endingnya kamu malah meninggal atau dalam ancaman/kerusakan karna mobilmu sendiri.
Ya gak lucu to, kalo kamu sudah capek-capek kerja berdoa pingin cepet panen, tapi ending mau panen malah zonk habis kena banjir.
Ya gak lucu to, kamu susah payah bangun rumah bagus-bagus, tapi endingnya malah rubuh kena gempa.
Kalo tau endingnya begitu, hamending gausah nanam, gausah bangun sekalian kan ya. Hemat pikiran, tenaga, waktu, dan uang. Yang mana itu semua bisa kamu alokasikan ke yang lebih manfaat (**andai tau). Sayangnya koq gak tau. Haha..
Maka dari itu, sebagai seorang hamba hendaknya selalu tawwakal pada Alloh. Baik sebelum berdoa, saat membaca doa, saat momohonkan suatu hajat/keinginan, dan sesudah ia berdoa (dalam semua aktivitas dan rutinitasnya).
Amal kebaikan selalu dilakukan, Doa selalu dipanjatkan, namun soal urusan alur hidupmu dan ending cerita itu biar Alloh yang ngatur. Pasrahkan saja semuanya itu pada yang Maha Mengatur. Baca ulasan tentang ini dalam artikel "Hikmah Alhikam Fasal 04".
Amalkan Ini Agar Doa Cepat Diijabah!
 |
| Referensi Kitab Durrun Nadzim Karya Imam Al-Yafi'i. |
Qoola Al-Yafi'i Shahibu Kitab Durrun Nadzim, Qoola Ibn Atho' :
"Doa itu punya rukun (pondasi), punya sayap, punya waktu, dan punya sebab. Bila sesuai rukunnya, doa itu akan kuat. Bila sesuai sayapnya, doa itu bisa naik ke langit. Bila cocok waktu dan sebabnya, maka akan berhasil". Baca ulasan selengkapnya dalam artikel "Rahasia Terkabulnya Doa Menurut Kitab Durrun Nadzim".
Rukunnya doa yaitu :
- Hati yang hadir. (faham pada siapa ia berdoa, faham dirinya siapa, faham yang ia mohonkan).
- Riqoh (kelembutan hati atau perasaan).
- Istikanah (anteng hatinya, karna ia faham pada siapa ia berdoa).
- Khusyuk.
- Ta'aluq Qalb billah (hatinya selalu bergantung hanya pada Alloh).
- Qath'ihi minal asbab (hatinya sudah gak mngharap lagi selain dari pertolongan Alloh).
Sayapnya doa yaitu :
- As-Sidqu. Kejujuran hati.
Waktunya doa yaitu :
Sebab terkabulnya doa yaitu :
- Shalawat 'Alannabii Muhammad Sholallohu 'alaihi wa sallam.
Firman Alloh :
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran". Q.S Al-Baqarah (2) ayat 186.
Tips 01 Agar Doa Cepat Terkabul
Menyempurnakan Adab Lahir dan Batin
1. Merendah dan Melunak
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas". Q.S Al-A'raf (7) ayat 55.
إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ نِدَآءً خَفِيًّۭا
"yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut". Q.S Maryam (19) ayat 3.
قُلْ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَـٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ تَدْعُونَهُۥ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةًۭ لَّئِنْ أَنجَىٰنَا مِنْ هَـٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ
"Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur"". Q.S Al-An'am (6) ayat 63.
وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًۭا وَخِيفَةًۭ وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْـَٔاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَـٰفِلِينَ
"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai". Q.S Al-A'raf (7) ayat 205.
2. Penuh harap namun juga tidak memaksa.
وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَـٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًۭا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌۭ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik". Q.S Al-A'raf (7) ayat 56.
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًۭا وَطَمَعًۭا وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan". Q.S As-Sajdah (32) ayat 16.
✓ Tidak tergesa-gesa (tidak memaksa atau menentukan/menta'yin "pokoknya solusinya harus ini" atau membatasi kuasa Alloh, bahwa Alloh itu bisa lo nyelasaikan urusanmu tapi tidak dengan cara seperti yang kamu inginkan).
وَيَدْعُ ٱلْإِنسَـٰنُ بِٱلشَّرِّ دُعَآءَهُۥ بِٱلْخَيْرِ ۖ وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ عَجُولًۭا
"Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa". Q.S Al-Isra (17) ayat 11.
3. Harap-harap cemas, namun juga Khusyuk
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًۭا وَرَهَبًۭا ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا خَـٰشِعِينَ
"Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami". Q.S Al-Anbiya (21) ayat 90.
4. Berinfaq
ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا عَبْدًۭا مَّمْلُوكًۭا لَّا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍۢ وَمَن رَّزَقْنَـٰهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًۭا فَهُوَ يُنفِقُ مِنْهُ سِرًّۭا وَجَهْرًا ۖ هَلْ يَسْتَوُۥنَ ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
"Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui". Q.S An-Nahl (16) ayat 75.
5. Yang Ikhlas.
فَٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَـٰفِرُونَ
"Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)". Q.S Ghafir (40) ayat 14.
هُوَ ٱلْحَىُّ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱدْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ۗ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
"Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam". Q.S Ghafir (40) ayat 65.
6. Taqwa
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا # وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍۢ قَدْرًۭ
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu ". Q. S At-Talaq (65) ayat 2 - 3.
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًۭا
"Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya". Q.S At-Talaq (65) ayat 4.
7. Yang Sabar
فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ ٱلْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌۭ
Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). Q.S Al-Qalam (68) ayat 48.
=======
Qultu : Coba perhatikan susunan ayat-ayat di atas tadi. Dalam 1 ayat saja bisa memuat banyak runutan perintah Alloh yang diikuti (yang mengiringi) perintah berdoa. Maksudnya, hendaknya si Pendoa itu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan yang termaktub. Di antaranya...
1. Tadhoru'.
2. Hufyah - Nida'an Khofiyya.
Dengan suara yang lemah lembut. Lunak hatinya alias lirih alias gak dalam keadaan jengkel atau menggerutu (tidak bersyukur).
3. La yuhibbul mu'tadiin.
Ndablekmu jangan keterlaluan lah. Alloh tidak suka orang yang melewati batas alias Ndablek/Ngotot. Entah dari sisi bicara, nada bicara, dari sisi perilaku, aktifitas, rutinitas, kebiasaan, atau kesadaran yang tidak baik (gak baik tapi jadi kebiasaan). Atau bisa diartikan ngotot "pokoknya solusinya harus sesuai keinginan dan permohonanku. Selain itu, emooh"😀
Qultu : "Ngotot atau kepribadian kaku itu adalah Mu'tadiin (melewati batas) versi minimalis. Karna ngotot itu berarti membatasi kebenaran, hikmah, solusi lain, atau kemungkinan-kemungkinan lain yang mau masuk. Membatasi kekuasaan Alloh, bahwa Alloh itu bisa lo nyelesaikan masalahmu tapi dengan cara yang lebih baik lagi. Kalo melewati batas versi maksimal, gak usah dijelaskan lagi lah ya...".
4. La in anjana.
Jangan suka ingkar janji, tidak bersyukur, sedikit banyak, sadarilah bahwa itu pemberian Yang Maha Pengasih. Biasa orang nadzar atau mengucap "bila terkabul blablabla, maka akan anuanuanu", tiba terkabul beneran ingkar janji, ngaku-ngaku bahwa semua itu karna kemampuannya, entah dalam perkataan atau kesadaran.
5. Wadzkur robbaka fi nafsika.
Ingat, Bahwa kemampuanmu itu tak ada apa-apanya tanpa pertolonganNya. Penuhilah hatimu dengan... "Aku butuh Alloh, Semua ini hanya karna pertolongan Alloh".
6. Duunal jahri minal qaul.
Jangan suka mengeluh, menggerutu, atau sambat atas keadaan yang kamu hadapi. Ojo kayak wong tipis (imannya).
7. Bil ghuduwi wal ashol.
Berdoalah siang dan malam. Jangan pernah bosan memanjatkan doa.
8. Wala takun minal ghafiliin.
Jangan lupakan juga perintahnya ditaati, larangannya ditinggalkan. Sadari, bahwa Alloh Maha Mengetahui dan Maha Mendengar. Alloh itu tau koq kalo kamu banyak utang dan kamu pingin ini-itu dan belum kesampean. gak gak kalo kamu itu diterlantarkan.
9. La tufsidu fil ardhi ba'da ishlahiha.
Jangan suka bikin kerusakan. Entah menyakiti, memfitnah, sebar hoaks, mengadu domba alias jalinlah kerukunan.
10. Khoufan wa Thoma'a.
Harap-harap cemas. Ya harap, karna Alloh Maha Loman. Ya cemas, sudahkah kita memenuhi kriteria untuk diberi?
11. Rahmatallohi qoriibun minal muhsiniin.
Selalu berbuat baik, termasuk pikiran² yang positif, tawwakal, sabar, syukur, dan juga menaati aturan dan laranganNya.
12. Tatajafa junubuhum 'anil madhoji'.
Ojo kakean turu. Curi-curilah waktu untuk taat. Teman-temannya pada tidur, kamu munajat. Konco-koncone podo sibuk, kamu curi-curi sholat dhuha, misale. Dlsb.
13. Mimma rozaqnahum yunfiquun.
Sedikit banyak, berinfaqlah alias suka membantu jangan kaku.
14. Yunfiqu minhu sirron wa jahron.
Berinfaqlah, entah infaq secara sirr atau jahr.
15. Mukhlishina lahu diin.
Yang ikhlas. Entah dalam beribadatan, dalam berdoa, atau dalam menjalani takdir kehidupan ini.
16. Innahum kanuu yusari'una fil khoirot.
Ia selalu bergegas pada kebaikan-kebaikan syari'at (perintah dan larangan syari'at). Pada perintah, ia bergegas melaksanakan. Pada larangan, ia bergegas meninggalkan. Pada kebaikan-kebaikan syari'at (entah itu menolong, membantu, infaq, dan kesunahan-kesunahan lain) ia selalu bergegas (gak mau ketinggalan).
17. Husnudzon.
Tips 2: Mengetahui Penghalang Ijabah Doa
Tips 3: Memanfaatkan Waktu-Waktu Mustajab
1. Waktu Malam - Sepertiga Malam
Firman Alloh : Q.S Adz-Dzariyat (51) ayat 16 - 19.
ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ # كَانُوا۟ قَلِيلًۭا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ # وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ # وَفِىٓ أَمْوَٰلِهِمْ حَقٌّۭ لِّلسَّآئِلِ وَٱلْمَحْرُومِ
2. Waktu Pagi dan Petang
Istiqomah/Jangan pernah bosan. Seperti penjelasan ayat di atas tadi "Bil Ghuduwi wal Ashol".
Sebagian Ahli Hikmah mengatakan : Pagi dari Ba'da Shubuh sampai Syuruq (sampai terbitnya matahari). Petang dari Ghurub sampai Lail (mulai ba'da Ashar sampai ba'da Magrib).
3. Hari Jum'at Siang atau Ba'da Zawal
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". Q.S Al-Jumu'ah (62) ayat 9.
Qultu : "Jum'at siang mulai antara setengah jam sebelum dan sesudah sholat jum'at. Terutama saat khotib naik mimbar dan di antara 2 khotbah. Kalo hari biasa, ba'da zawal (sekitar ba'da dzuhur).
Nudiya li sholati : ini juga bisa dimaknai atau memasukkan waktu saat masuk waktu sholat. Dalam kontek ini, adalah antara sebelum dan sesudah sholat
** Kalo bisa Mubasyaroh : Posisi masih duduk tahiyat akhir belum berubah. Nah dalam posisi itulah langsung baca wirid dan doa". ~ Wallohu 'Alam. Baca ulasan selengkapnya perihal "Mubasyaroh" dalam artikel "Syarat Rukun Dan Ketentuan Melakukan Riyadhoh".
4. Saat Mau Hujan - Turun Hujan
Lihat runutan ayat berikut :
 |
| Waktu Hujan, Waktu Mustajab Untuk Berdoa. |
✓✓ Faidatun :
Qultu : Sebagian para Ahli Hikmah berpendapat (dari tafsir "minas sama'i rizqon"), bahwa air hujan itu keramat (dimuliakan di sisi Alloh). Selain karna memang halal murni, juga karna hadiah langsung dari pusat. Karna dimuliakan itulah seringkali air hujan dibuat tabaruk (ngalap berkah atau tawasul). Caranya, tadahkan air hujan (yang jatuhnya tidak terhalang oleh apapun) ke wadah yang baru. Terutama air hujan yang turun pada waktu-waktu mustajab juga. Nah airnya itu nanti dibacakan doa sesuai hajat kebutuhanmu. Entah diminumkan, dibuat mandi, atau siramkan ke tempat yang dikehendaki.
Sebagian Ahli Hikmah ada juga yang bertabaruk atau tawasul (dari tafsir "minas sama'i rizqon") dengan cara membaca wirid atau doanya (bila ada suatu keperluan mendesak) di tempat yang tidak ada penghalang antara dia dengan langit (di pelataran atau di luar rumah).
Hal ini juga pas dan singkron dengan Kisah saat ketika atap makam Nabi Muhammad SAW dilubangi agar tembus ke langit terjadi pada masa paceklik di Madinah, atas saran Ummul Mukminin Aisyah RA. Penduduk datang mengadu kepadanya, lalu Aisyah menyuruh mereka membuka atau melubangi atap bagian atas makam agar tidak ada penghalang antara makam dan langit, dan seketika itu turunlah hujan. ~ Dari kisahnya Imam Malik R.A, di Sunan Addarimi. Wallohu 'Alam.
5. Saat Butuh Mendesak atau Terdesak
أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَـٰهٌۭ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًۭا مَّا تَذَكَّرُونَ
"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)". Q.S An-Naml (27) ayat 62.
6. Adzilah atau Terpojok
Alias saat sudah tak ada lagi yang bisa dimintai tolong. Qultu : Termasuk pada poin ini adalah :
- Saat ditimpa kemelaratan
- Saat terfitnah
- Dalam situasi terhina
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ بِبَدْرٍۢ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌۭ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya". Q.S Ali-Imran (3) ayat 123.
7. Syiddah atau Kepayahan
Alias Saat mengalami kepayahan yang sangat. Qultu : Termasuk pada poin ini adalah..
- Saat ketika menjalankan puasa
- Saat tertimpa musibah
- Madzlum atau saat menerima kedzoliman
- Saat mengandung dan melahirkan
- Saat merawat anak kecil (balita)
- Gholabati Dain wa Qahri Rijal (kondisi kebanyakan hutang dan di bawah tekanan pemaksa)
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥٓ ءَاتَيْنَـٰهُ حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
"Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik". Q.S Yusuf (12) ayat 22.
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَٱسْتَوَىٰٓ ءَاتَيْنَـٰهُ حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
"Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik". Q.S Al-Qashash (28) ayat 14.
Tips 4: Keberkahan Tempat-Tempat Mustajab
Alloh berfirman :
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍۢ وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًۭا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًۭا ۖ قَالَ يَـٰمَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَـٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab". Q.S Ali-Imran (3) ayat 37.
✓✓ Faidatun :
Qoola Syaikhina : "Mihrab atau tempat pengimaman atau tempat sholat bisa diartikan khusus seperti mushola atau masjid. Bisa juga diartikan umum, yaitu tempat atau petilasan yang kamu ketahui atau kamu yakini atau terbukti pernah (atau sering) dipake beribadah, berdoa, atau munajat, dan sering terkabul (berhasil), nah kamu berdoa (atau usaha) di situ itu.
✓ Faidah ini juga berlaku bila seandainya kamu pernah sukses atau pernah berhasil pada suatu pekerjaan atau tempat atau rumah atau sesuatu barang (entah warisan, kendaraan, pekerjaan, tempat usaha, atau apalah, meskipun sepele) tapi nyatanya pernah menyampaikan tuannya pada keberkahan dan keberhasilan, maka yang itu jangan kamu buang, jangan kamu tinggal, atau jangan kamu sia-siakan). Terutama dari sisi arahnya jangan kamu rubah.
✓ Filosofinya : Ibarat di tempat itu pernah dijadikan terminal oleh Alloh untuk menyalurkan rizqinya, atau di tempat itu pernah ada (dan terbukti) saluran pipa Rahmat dan Rizqi-Nya yang mengalir di situ. Kamu tinggal memperbaiki yang kurang² saja, bukan malah dibongkar total". ~ Intaha.
Dari filosofi di atas, maka tidak heran dan sangat bisa diterima logika jika ada hadist mengatakan.. "Berdoa di Multazam, di Makkah, di hadapan Ka'bah, di Masjid Madinah, di Hijr Ismail itu pahalanya sekian-sekian dan sering Ijabah". Ya karna pipa saluran Rahmatnya Alloh yang ditaruh situ memang besar sekali. Dan atau tempat atau petilasannya para Auliya' Shalihiin wal Ulama' Al-'Amiliin min man yutabaroku bih. ~ Wallohu 'Alam.
Tips 5: Mengamalkan Rahasia Teks dan Lafadz Doa Pilihan
1. Doa dengan tawasul Asma'ul Husna
وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَـٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". Q.S Al-A'raf (7) ayat 180.
2. Doanya Nabi Ayub A.S
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ # فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ
"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. dan Kami memperkenankan doanya...". Al-Anbiya (21) ayat 83.
وَٱذْكُرْ عَبْدَنَآ أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلشَّيْطَـٰنُ بِنُصْبٍۢ وَعَذَابٍ
"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan". Q.S Sad (38) ayat 41.
3. Doanya Nabi Zakaria A.S
وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًۭا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ # فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ
"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. dan Kami memperkenankan doanya...". Q.S Al-Anbiya (21) ayat 89.
4. Doanya Nabi Yunus A.S
وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبًۭا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَـٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ # فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. dan Kami memperkenankan doanya...". Q.S Al-Anbiya (21) ayat 87.
5. Doanya Nabi Adam A.S
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ
"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". Q.S Al-A'raf (7) ayat 23
6. Doa-doa ma'tsur dari Hadist Nabi.
7. Doa-doa dari para Auliya' Shalihin, Ulama' Al-'Amiliin.
Kesimpulan Mudarosah
Sirrul Inayah atau Rahasia Pertolongan Alloh : Kembali lagi ke atas, meski semua usaha dan doa sudah kita maksimalkan, namun tetap, dikabulkan atau ditunda atau diganti atau tidak dikabulkan itu semua ada di Ilmu dan Kebijakannya Alloh, Alloh Maha Bijaksana dan Maha Pengasih tentu lebih mengetahui apa yang terbaik untuk si Pendoa.
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman". Q.S Ar-Rum (30) ayat 37.
Tidak mesti juga, bila semisal si A sukses dengan jalan usaha dan doa B, lalu kamu meniru persis seperti itu, juga akan menghasilkan sukses, tidak mesti. Kenapa begitu?
Simak ulasannya dalam artikel "Sirrul Inayah - Rahasia dan Pertolongan Alloh yang Disembunyikan".
Pembahasan bab doa ini memang sangat panjang dan luas sekali. Masih banyak penjelasan bab ini. Mohon pembaca selalu menyimak dan jangan berputus asa dari berdoa. Pokok'e ndungo atau laporan ke Pusat (etok-etok'e sbg kawulo), ya meski Alloh pun sudah tau masalah dan keperluanmu.
Wallohu 'Alam bi Shawabih.
~ Intaha, Ulasan Admin.