Refleksi Kebijakan Ketuhanan Perihal Pembagian Rizqi
Alloh - Dialah Tuhan yang Maha Kuasa Perkasa Bijaksana nan Pengasih yang Maha Mengatur semua urusan MakhlukNya. Alloh dengan KekuasaanNya yang absolut namun juga Maha Adil menetapkan sesuatu berdasar Rahmatnya.
Dalam hal rizqi (pemberian), Alloh dengan otoritas penuh Al-Masyi'ah An-Nafidah sudah membagi-bagi sesuai porsi makhluknya. Entah makhluk atas tengah atau bawah. Entah barang hidup atau barang jamad (mati). Entah itu ketika masih hidup (di Dunia) atau sampai sesudah wafatnya (di Akhirat).
Ada 5 tipe rizqi (Imdad atau Anugerah Alloh) : Kesimpulan ini dari ayat-ayat yang difahami Penulis, dan Kitab Ilmu Qulub Karya Abi Thalib Al-Makki, Hal 14 perihal Hikmah. Akan ada banyak lagi penjelasan perihal Rezeki. Silahkan ikuti ulasannya dalam Kategori Bab Rizqi.
- Ada rizqi khusus untuk orang khusus - dibatasi.
- Ada rizqi khusus untuk orang khusus - tak dibatasi.
- Ada rizqi khusus + istimewa untuk orang umum - tak dibatasi.
- Ada rizqi umum untuk orang umum - dibatasi.
- Ada rizqi umum untuk orang umum - tak dibatasi.
Seperti firmanNya :
قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍۢ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِنَا يُؤْمِنُونَ
Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami"". Q.S Al-A'raf (7) ayat 156.
وَسِعَ رَبِّى كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
"Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?". Q.S Al-An'am (6) ayat 80.
Alloh dengan Hak Prerogatif-Nya memilih dan memberi pada hamba yang dikehendaki dan menghalanginya dari hamba yang dikehendaki. Ada pemberian untuk orang-orang khusus dari hamba-hamba terpilihNya dan untuk orang umum. Ada pemberian untuk umum namun dibatasi, dan ada pemberian untuk umum yang tidak dibatasi (misteri, hanya Alloh yang mengetahui).
Orang-orang khusus di sini adalah (Para Muttaqin, Muhsiniin, Syaakiriin, Shabiriin, Mutawakiliin, Dlsb). Orang umum di sini adalah Umum (Bisa orang baik, bisa orang jahat. Bisa orang muslim taat, bisa orang kafir. Dengan melalui usaha atau tanpa usaha).
 |
| Tafsir Araisul Bayan fi Haqoiiq Qur'an, Bab Rizqi. |
Namun ada pemberian umum dan tidak pula dibatasi namun dibedakan dari yang lain (paling unggul di antara pemberian untuk orang umum), yaitu HIKMAH. Alloh secara terang menyebut, bahwa diberi hikmah pada hakikatnya adalah telah diberi kebaikan yang banyak sekali.
Baca ulasan selengkapnya tentang Hikmah dalam artikel "Kriteria dan Definisi Tentang Hikmah". Hak Prerogatif Alloh
Khusus Hanya Alloh Saja
1. Mengubah Ketetapan
يَمْحُوا۟ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلْكِتَـٰبِ
"Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh)". Q.S Ar-Ra'd (13) ayat 39. Ini masuk dalam sifat Jaiznya Alloh "fi'lu kulli mumkinin au tarkuhu".
2. Menentukan Alur Kehidupan
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)". Q.S Al-Qashash (28) ayat 68.
** Alur Kehidupan : kamu terlahir seperti apa, dimana, kapan, jadi apa, berakhir seperti apa, Manusia tidak ada tempat kompromi di situ, la madkhola lahu.
Pemberian Khusus Untuk Orang Khusus
1. Hak Kenabian - Rasul.
مَّا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ وَلَا ٱلْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ
"Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar". Q.S Al-Baqarah (2) ayat 105.
** Ini ayat umum (man yasya'), namun yang dikehendaki (sasarannya) adalah khusus (Rasululloh).
2. Turunnya Malaikat atau Wahyu Pada Rasul
يُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓا۟ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ
"Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku". Q.S An-Nahl (16) ayat 2.
** Ini ayat umum "man yasya'" namun yang dikehendaki adalah khusus (pada Rasul).
3. Mu'jizat Pada Rasul Terpilih
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى ٱلْغَيْبِ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَجْتَبِى مِن رُّسُلِهِۦ مَن يَشَآءُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌۭ
"Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar" . Q.S Ali-Imran (3) ayat 179.
4. Balasan Surga Bagi Para Muttaqin
جَنَّـٰتُ عَدْنٍۢ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْزِى ٱللَّهُ ٱلْمُتَّقِينَ
"(yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa". Q.S An-Nahl (16) ayat 31.
5. Amal Yang Diterima
قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِين
"Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban/amal ibadah-kebaikan) dari orang-orang yang bertakwa". Q.S Al-Ma'idah (5) ayat 27.
6. Kemampuan Berdzikir
وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ ٱلتَّقْوَىٰ وَأَهْلُ ٱلْمَغْفِرَةِ
"Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun". Q.S Al-Muddatsir (74) ayat 56.
7. Kebersamaan Alloh Dengan Para Muttaqin
وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
"Dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa". Q.S At-Taubah (9) ayat 36 dan Q.S At-Taubah (9) ayat 123.
8. Kebersamaan Alloh Dengan Para Shabiriin
وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
"Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". Q.S Al-Anfal (8) ayat 46.
9. Kebersamaan Alloh Pada Para Mujahidin Muhsiniin
وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik". Q.S Al-Ankabut (29) ayat 69.
10. Happy Ending Bagi Para Muttaqiin
Coba cermati ayat berikut.!!. Happy Ending hanya bagi para orang-orang bertakwa.
 |
| Rizqi Bagi Para Muttaqin. Q.S Al-A'raf ayat 128. |
Pemberian Khusus Untuk Orang Umum
1. Hak Syafa'at
وَكَم مِّن مَّلَكٍۢ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ لَا تُغْنِى شَفَـٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا إِلَّا مِنۢ بَعْدِ أَن يَأْذَنَ ٱللَّهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرْضَىٰٓ
"Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa'at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya)". Q.S An-Najm (53) ayat 26
** Ayat umum, tapi dikehendaki atau ditakhshis dengan nash "wa yardho". Meskipun untuk umum, tapi syafaat ini khusus bagi hamba yang diridhoinya. Umum tapi khusus.
2. Mujtaba - Hamba Pilihan Alloh
ٱللَّهُ يَجْتَبِىٓ إِلَيْهِ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ
"Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). Q.S Asy-Syura (42) ayat 13.
3. Kelipatan Balasan Infaq dan Kebaikan
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍۢ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍۢ ۗ وَٱللَّهُ يُضَـٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui". Q.S Al-Baqarah (2) ayat 261.
مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)". Q.S Al-An'am (6) ayat 160.
مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًۭا فَيُضَـٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضْعَافًۭا كَثِيرَةًۭ
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak". Q.S Al-Baqarah (2) ayat 245.
4. Pertolongan Alloh Dalam Jihad fi Sabilillah
ئَةٌۭ تُقَـٰتِلُ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌۭ يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْىَ ٱلْعَيْنِ ۚ وَٱللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِۦ مَن يَشَآءُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَعِبْرَةًۭ لِّأُو۟لِى ٱلْأَبْصَـٰرِ
"Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati. Q.S Ali-Imran (3) ayat 13.
5. Fadhol Karunia Keistimewaan Kelebihan Karomah
وَلَا تُؤْمِنُوٓا۟ إِلَّا لِمَن تَبِعَ دِينَكُمْ قُلْ إِنَّ ٱلْهُدَىٰ هُدَى ٱللَّهِ أَن يُؤْتَىٰٓ أَحَدٌۭ مِّثْلَ مَآ أُوتِيتُمْ أَوْ يُحَآجُّوكُمْ عِندَ رَبِّكُمْ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْفَضْلَ بِيَدِ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ
"Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu". Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui". Q.S Ali-Imran (3) ayat 73.
7. Tazkiyah, Pembersihan Hati dan Nafsu
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ ٱللَّهُ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun". Q.S An-Nisa (4) ayat 49.
وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًۭا وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ
"Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Q.S An-Nur (24) ayat 21.
8. Hayatan Thoyyibah
مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًۭا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةًۭ طَيِّبَةًۭ ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". Q.S An-Nahl (16) ayat 97.
وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّۢ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍۢ فَلَا رَآدَّ لِفَضْلِهِۦ ۚ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Q.S Yunus (10) ayat 107.
9. Anugerah Alloh
وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأْتِيَكُم بِسُلْطَـٰنٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
"Akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal". Q.S Ibrahim (14) ayat 11.
10. Kemuliaan di Sisi Alloh
وَكَثِيرٌۭ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ ۩
"Dan banyak di antara manusia yg telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yg dihinakan Allah maka tdk seorangpun yang memuliakannya. Sungguh Allah berbuat apa yg Dia kehendaki". Q.S Al-Hajj (22) ayat 18.
11. Dzuriyatan Thoyyibah (Keturunan Yang Shalih-Shalihah
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةًۭ طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
"Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa"". Q.S Ali-Imran (3) ayat 38.
12. Rizqon Toyyibah
 |
| Rizqi Toyyib - pemberian khusus pada orang umum. |
Pemberian Khusus + Istimewa Untuk Orang Umum Tak Dibatasi
1. Diberi Hikmah
يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًۭا كَثِيرًۭا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ
"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)". Q.S Al-Baqarah (2) ayat 269.
Pemberian Umum Untuk Orang Umum Namun Dibatasi
1. Keluasan Rizqi-Nya
أَوَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ
"Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman". Q.S Az-Zumar (39) ayat 52.
** Keluasan Rizqi ini maknanya luas sekali. Memasukkan kekayaan, Privilege, Bakat, Kemampuan di luar kebiasaan, kepintaran, ketrampilan, Ketangkasan, dlsb. Ada yang melalui usaha atau memang sudah gawan dari lahir. Baik berupa materi terlihat (rizqi lahir) atau imateri tak terlihat (rizqi bathin).
** Makna dibatasi adalah "tidak semua orang bisa begitu". Mungkin kamu bisa meniru, tapi hasilnya tidak akan sama persis dan melalui usaha yang sangat berat dan banyak masyaqat, atau malah tidak bisa ditiru. Sekampung senegara cuma dia aja atau segelintir orang aja yang bisa begitu.
2. Ampunan Alloh Pada Selain Dosa Syirik
Perhatikan ayat pada gambar di bawah ini ..!! Q.S An-Nisa (4) Ayat 48. dan Q.S An-Nisa (4) Ayat 116.
 |
| Ampunan pada selain dosa Syirik. Q.S Annisa' Ayat 48. |
Pemberian Umum Untuk Orang Umum
1. Penguasa atau Kekuasaan
مَـٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ
"Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki". Q.S Ali-Imran (3) ayat 26.
** Mulka : memasukkan Kekuasaan, Kekuatan, Pengaruh.
2. Mulia dan Hina di Hadapan Makhluk
وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ
"Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". Q.S Ali-Imran (3) ayat 26.
** Takhshis dengan nash "biyadikal khair" (dalam kehinaan itu ada keadilan Alloh). Ada juga ulama yang menafsiri... "Izzun dengan kemuliaan menghamba (kesungguhan ubudiyyah/kema'rifatan, dan Tudzilu dengan tidak dikasih (ditutupnya) kesempatan untuk itu.
3. Adzab Dan Kasih Sayang-Nya
يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَرْحَمُ مَن يَشَآءُ ۖ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ
"Allah mengazab siapa yg dikehendaki-Nya, dan mmberi rahmat kpd siapa yg dikehendaki-Nya, dan hnya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan". Q.S Al-Ankabut (29) ayat 21.
** Ini ayat umum, namun yang dikehendaki adalah khusus (takhshisnya terletak pada nash lafadz yarhamu. Rahiim khusus pada orang² mukmin, dengan Dawuh "wa kaana bil mukminiina rahiima", Selain (mukmin) itu bisa diadzab atau tidak). Dan Adzab itu maknanya luas sekali.
4. Adzab Dan Ampunan-Nya
فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ
"Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". Q.S Al-Baqarah (2) ayat 284.
** Ini ditakhshis dengan dosa yang selain Syirik.
وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
"Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Q.S Al-Fath (48) ayat 14.
5. Hidayah Alloh
وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَلَـٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kpd siapa yg dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang tlah kamu kerjakan". Q.S. An-Nahl (16) ayat 93.
- Ini ditakhshis lagi dengan..
- Wallohu la yahdi qoumal kafiriin.
- Wallohu la yahdi qoumal dzolimiin.
- Wallohu la yahdi qoumal fasiqiin.
- Annalloha la yahdi kaidal khoiniin.
- Innalloha la yahdi man huwa kadzibun kaffar.
- Innalloha la yahdi man huwa musrifun kadzab.
6. Kelembutan Alloh
إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌۭ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ
"Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". Q.S Yusuf (12) ayat 100.
ٱللَّهُ لَطِيفٌۢ بِعِبَادِهِۦ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ
"Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa". Q.S Asy-Syura (42) ayat 19.
** Kelembutan Alloh pada orang Kafiir bisa berbentuk keingkarannya-melengcengnya tapi gak merasa. Dikasih nikmat gak merasa dikasih, malah ditambai ingkar, misale. Kelembutan pada Ibad (hamba-hambanya Alloh/mukmin) bisa berbentuk penyelamatan mukmin dari godaan Dunia dan Musuh/Iblis tapi gak merasa, saking lembutnya. Baca ulasannya perihal Makna dari Asma' Lathif dalam kategori Bab Syarah Asma'.
6. Turunnya Hujan
وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍۢ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍۢ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ
"Dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya". Q.S An-Nur (24) ayat 43.
7. Jodoh dan Keturunan atau Anak
أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًۭا وَإِنَـٰثًۭا ۖ وَيَجْعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۭ قَدِيرٌۭ
"atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kpd siapa) yg dikehendaki-Nya, dan Dia mnjadikan mandul siapa yg Dia kehendaki. Sungguh Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Q.S Asy-Syura (42) ayat 50.
مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَـٰثًۭا وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ ٱلذُّكُورَ
"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. Q.S Asy-Syura (42) ayat 49.
8. Sehat dan Sakit atau Hukum Alam
ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍۢ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍۢ قُوَّةًۭ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍۢ ضَعْفًۭا وَشَيْبَةًۭ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْقَدِيرُ
"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa". Q.S Ar-Rum (30) ayat 54.
9. Kesempitan dan Kemudahan
وَٱللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
"Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan". Q.S Al-Baqarah (2) ayat 245.
Kesimpulan Mudarosah
Qultu : Dari uraian di atas bisa diambil ibrah dan kesimpulan, bahwa...
✓ Bab Rizqi : "Cepet, ora nambahi. Alon, ora ngurangi".
"Andai jatah rezekimu itu 9, meski saat ini nampak 4, suatu waktu pasti ketarik ke posisi 9. Tapi kalo jatah rezekimu cuma 4, meski saat ini terlihat 9, pasti suatu saat pasti akan ketarik turun ke posisi 4. Soal sebab, Alloh paling pinter bikin sebab.
✓ Tapi Alloh itu punya Fadhol (tambahan/bonus bagi para pelaku kebaikan (syari'at).
✓ Alloh juga punya tuhaf (hadiah/piagam) bagi yang berprestasi.
✓ Bab Keberuntungan : "Sak bejo-bejone wong lali, ijeh bejo wong kang eling lan waspodo".
✓ Bab Tawwakal : "Malang tak dapat ditolak, Mujur tak dapat diraih".
✓ Bab Muhsiniin : "Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing".
✓ Bab Roja' : "Ya berbesar hati, tapi juga tidak lupa diri dan selalu mawas diri".
✓ Bab Khauf : "Ya takut adzab Alloh (Khauf), tapi juga berharap (Roja')".
••=============••
Wallohu 'A'lam bi Shawabih.
Intaha, Ulasan Admin.