Rahasia Hikmah Saat Doa Tak Kunjung Terkabul: Al-Hikam Pasal 06

Logo Resmi Kampus Mudarosah
Posted By : |
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Mudarosah Al-Hikam Hikmah Pasal 06 

✓ Teks Arab Matan Al-Hikam Pasal 06

لا يكن تأخير الأمد العطاء مع الإلحاح في الدعاء موجبا ليأسك - فهو ضمن لك الإجابة فيما يختار لك - لا فيما تختار لنفسك - وفي الوقت الذى يريد  - لا في الوقت الذى تريد 

✓ Bacaan Al-Hikam Pasal 06 

"La yakun ta'khirul amadil 'atho'i ma'al ilhaq fid du'a mujiban liya'sika. Fawuha dhomina laka al-ijabata fiimaa yakhtaru laka, laa fiimaa takhtaru linafsika. Wa fil wakti ladzi yuriidu, laa fil wakti ladzi turiidu. 

✓ Terjemah Al-Hikam Pasal 06 

"Jangan sampai belum terealisasinya doa dan permohonanmu yang sungguh-sungguh itu membuatmu berputus asa (dari Kasih Sayang Alloh). (Ketahuilah...) Alloh sudah menjamin realisasi doamu itu menurut pilihan-Nya (yang lebih maslahah untukmu), bukan menurut pilihan nafsumu (keinginanmu). Saat waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang kamu kehendaki". 

Pengajian Tasawuf Alhikam Interaktif - Kampus Santri Mudarosah
Pengajian Kitab Alhikam - Fasal 006. 

Kamus Kata Al-Hikam Pasal 06 

1. Amadil 'Atho' 

* Terkabulnya suatu doa-permohonan yang dipinta atau yang diinginkan. Pemberian atau anugerah Alloh yang selama ini dijanjikan. Atau janji-janji Alloh dinyatakan atau direalisasikan pada seseorang pas pada saat itu, Yang ketepatan seseorang itu juga menginginkannya. 

Contoh kasus : 
Kebaikan 1 dibalas 10 kebaikan, itu janji Alloh dalam Al-Qur'an Surah Al-An'am - Ayat 160. 

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)". 

Nah saat seseorang itu melakukan 1 kebaikan (apalagi dilakukan dgn sungguh-sungguh) koq ternyata balasan Alloh belum datang juga atau terasa lama atau malah terasa "Air Susu dibalas Air Tuba", "Kau yang makan nangkanya, kenapa malah aku yg kena getahnya", Aku sudah berbuat baik koq malah keburukan yang kuterima, Aku sudah jujur koq malah dikhianati dibuat kecewa.  

Seperti kasus di atas, bukan koq berarti Alloh gak membalas atau belum membalas, Namun ada banyak sekali rahasia dan hikmah dalam cepat atau lambatnya pemberian atau pembalasan. 

Silahkan baca sampai akhir artikel ini. Atau bisa mudarosah lebih lanjut pada "Bab Hikmah Dan Ma'arif".   - Penulis. 

2. Ilhaq fi du'a 

* Fokus, serius, sungguh-sungguh, memusatkan konsentrasi dengan mengulang-ngulang suatu mujahadah atau metode atau kaifiyyah suatu doa atau riyadhoh tertentu agar cepat terlaksana (terkabul). 
- Iqadzul Himam Syarah Hikam, Hal  36. 

Penjelasan Al-Hikam Pasal 06 

Kronologi :

Maqolah 006 masih berhubungan erat dengan maqolah sebelum-sebelumnya perihal tatakrama seorang Murid-Salik di dalam amaliah Suluknya. Mulai...

Maqolah 001.

Mulailah aktivitas dan rutinitas amalmu dengan jangan bergantung pada Amalmu. 

Maqolah 003.

Sikap bilamana melihat atau mengalami proses yang wajar atau tidak wajar, Yakinlah, bahwa itu semua sudah digariskan oleh Alloh. 

Maqolah 004.

Janganlah ikut campur, protes, intervensi atau memberi usulan pada Alloh perihal alur kehidupanmu. 

Maqolah 005.

Semangat dan ijtihadmu perihal mencari rizki yang sudah dijamin dan dihandle oleh Alloh, beserta abai dan kelakuanmu yang meremehkan pada tuntutan kewajiban peribadatan itu tanda butanya mata hatimu. 

Kitab Attanbih Syarah Alhikam - Maqolah Ke 006
 Hikmah Ke 006 - Hikmah Doa Belum Terkabul. 

Inti Bahasan Al-Hikam Pasal 06 

Sudah diketahui, bahwa seorang Murid-Salik sudah seharusnya dan semestinya selalu memasrahkan dan mengembalikan semua urusan dan perkara hidupnya pada Alloh S.W.T. termasuk dalam urusan terkabulnya doa. Karna Manusia (termasuk Murid-Salik) itu minim pengetahuan dari segala arah (bodoh), lebih-lebih perihal aqibah (sesuatu yang akan terjadi atau apa yang sebenarnya dibalik sesuatu tersebut).

Karna ilmunya Manusia itu sangat-sangat terbatas.
Saat ia melihat ke barat, pasti ia sedang membelakangi sesuatu yang ada di timur, itu sudah otomatis.

Jangankan untuk menghalau-mengatasi-mengantisipasi sesuatu (Aqibah) yang tak tampak (yang belum/tidak ia ketahui), hawong untuk mengantisipasi sesuatu yang nampak aja, manusia seringkali salah tembak-salah posisi-salah solusi. 
- Iqadzul Himam Syarah Hikam, Hal 36.
Dari Doanya Sayyidi Abu Hasan Asyadzili R.A

Maqolah 006 - Sikap Dan Langkah Saat Doamu Tak Kunjung Terkabul
Maqolah 006, Attanbih Syarah Alhikam. 

Disangka baik, ternyata buruk.
Disangka buruk, ternyata baik.
Disangka membantu, ternyata menipu.
Disangka sayang, ternyata malah menikam.
Disangka menyenangkan, ternyata meresahkan.
Disangka membahagiakan, ternyata malah menyengsarakan.
Disangka memudahkan, ternyata malah bikin tambah capek.

إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًۭا جَهُولًۭا

"Sesungguhnya sudah dari dulu, Manusia itu amat zalim dan amat bodoh".  ~ Q.S Al-Ahzab, Ayat 72.

وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ قَتُورًۭا

"Dan sudah dari dulu, Manusia itu sangatlah kikir".  ~ Q.S Al-Isra', Ayat 100.

وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ عَجُولًۭا

"Dan sudah dari dulu, Manusia itu sifatnya tergesa-gesa".  ~ Q.S Al-Isra', Ayat 11.

وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ كَفُورًا

"Dan sudah dari dulu, Manusia itu sifatnya tidak tau terima kasih (ingkar)".  ~ Q.S Al-Isra', Ayat 67.

وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ أَكْثَرَ شَىْءٍۢ جَدَلًۭا

"Dan sudah dari dulu, Manusia itu sifatnya yang paling banyak membantah".  ~ Q.S Al-Kahfi, Ayat 54.

✍️ Melihat segala keterbatasan kelemahan manusia dari segara arah (daya kekuatannya, pengetahuan atau cara berfikirnya, sempit sudut pandangnya, kemampuan mengantisipasinya), MAKA sudah seharusnya si Murid-Salik selalu mengembalikan seluruh urusannya pada Alloh. Dan yakinlah, bahwa Alloh telah memberimu yang terbaik. Yakinlah, bahwa Alloh sudah mengabulkan doamu dengan versi yang terbaik untuk kemaslahatanmu, meski versi itu tidak sesuai dengan versi keinginanmu (syahwatmu).

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu".  ~ Q.S Ghafir, Ayat 60.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran".  ~  Q.S Al-Baqarah, Ayat 186.

⁉️ Bila ditanyakan:

"Apakah kesungguhan doa yang selama ini kamu panjatkan tapi belum terkabul-terwujud itu sia-sia?".

✍️ Dijawab:

1. Doa itu adalah sebentuk ibadah. Dan ibadah itu adalah perintah Alloh.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ  #

Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". Q.S Ghafir, Ayat 60.

2. Doa itu adalah Mukhul Ibadah (Inti dari Ibadah), karna dalam Doa itu ada "idzharu faqoh" sebentuk pengakuan bahwa manusia (seorang hamba) itu butuh Alloh. Karna hanya dalam posisi berdoa, maka secara otomatis Manusia itu mengakui kelemahannya.

Orang sering bilang "Semoga" atau "mugo-mugo", berarti secara tidak langsung ia mengakui ada yang lebih berkuasa menentukan pada apa yang ia semogakan.

3. Alloh selalu mengabulkan doa menurut apa yang bermanfaat dan maslahah bagi si pendoa. BUKAN mengabulkan sesuai keinginan si pendoa.

مامن داع يدعو إلا إستجاب الله دعواته، أو صرف عنه مثلها سوأً، أو حط من ذنوبه بقدرها، مالم يدعو بإثم أوقطيعة رحم .  

"Tidak ada seorang pun yang berdoa kecuali Alloh selalu mengabulkan doanya, atau menghindarkan si pendoa dari keburukan dengan semisal doanya, atau melebur dosanya si Pendoa dengan seukuran doanya, Selagi ia tidak berdoa untuk hal dosa atau untuk memutus persaudaraan".

4. Alloh selalu mengabulkan doa selagi si Pendoa tidak tergesa-gesa dan menganggap kalau Alloh tidak mengabulkan.

يستجاب لأحدكم مالم يعجل فيقول : " قد دعوت فلم يستجب لى ". 

Doamu akan terkabulkan (pada saatnya) selagi kamu tidak tergesa-gesa dan berucap... "Aku telah sungguh-sungguh berdoa pada Tuhanku, namun Tuhanku tidak pernah mengabulkannya".

5. Terkadang bentuk realisasi-terkabulnya doa itu bentuknya "Man'u - memang baiknya tidak dikabulkan" atau "Ta'khir - memang baiknya harus diakhirkan.

✅ Kembali ke penjelasan awal tadi, karena saking sempit dan terbatasnya pengetahuan Manusia, tidak dikabulkan itu malah seringkali lebih maslahah.

۞ وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَـٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍۢ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌۭ
Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat".  ~ Q.S As-Syuro, Ayat 27.

✅ Atau memang realisasi-pengkabulan Doa itu memang baiknya diakhirkan saja.
** Karna kalau berdoa sedikit langsung terkabul, berdoa sedikit langsung terkabul, seringkali manusia itu malah melewati batas.

✍️ Antara bentuk pengkabulan doa itu secara tidak dikabulkan atau diakhirkan, tentu itu dan di situ ada Hikmah-Hikmah Kebijakan Ketuhanan yang tersimpan dan Manusia tiddak mengetahuinya. Wallohu 'Alam.

۞ وَلَوْ يُعَجِّلُ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ ٱلشَّرَّ ٱسْتِعْجَالَهُم بِٱلْخَيْرِ لَقُضِىَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ۖ فَنَذَرُ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ
Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka".  - Q.S Yunus, Ayat 11.

وَيَدْعُ ٱلْإِنسَـٰنُ بِٱلشَّرِّ دُعَآءَهُۥ بِٱلْخَيْرِ ۖ وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ عَجُولًۭا
Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa".  ~ Al-Isra', Ayat 11.

✍️ Pengakhiran pengkabulan doa juga terjadi pada Doanya Nabi Musa dan Nabi Harun 'Alaihima Salam.

قَالَ قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا فَٱسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَآنِّ سَبِيلَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
AlIah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui". ~ Q.S Yunus, Ayat 89.

✍️ Para Mufassir mengatakan, bahwa antara doa Nabi Musa dan Nabi Harun yang berdoa atas tumbangnya kerajaan Fir'auan yang amat sangat Dzalim dan pengkabulan doa itu jeda waktunya -+40 tahunan.

6. Terkadang realisasi doa saat di Akhirat itu malah lebih bagus (lebih maslahat) bagi si Pendoa.

دَعْوَىٰهُمْ فِيهَا سُبْحَـٰنَكَ ٱللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَـٰمٌۭ ۚ وَءَاخِرُ دَعْوَىٰهُمْ أَنِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Do'a mereka di dalam Surga ialah: "Subhanakallahumma", dan salam penghormatan mereka ialah: "Salam". Dan penutup doa mereka ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin".  ~ Q.S Yunus, Ayat 10.
 
Lihat contoh kisah doa dalam kitab ini. 
📚 Futuhul Ghaib Qadiriyyah, Hal 258. 
📚 Attanbiih Syarah Alhikam, Hal 182. 

7. Terkadang terkabulnya doa itu harus melalui (digantungkan) dengan proses beberapa syarat yang tidak diketahui oleh si Pendoa. 

Contoh syarat seperti halnya doanya akan akan dikabulkan bila orangnya sudah benar-benar membutuhkan-memerlukan, terdesak atau dalam kondisi darurat. 

Artinya, karna syarat atau sebagian syarat itu tidak ada, maka ijabahnya doanya masih dipending dulu.

Contoh, seseorang berdoa minta kaya.
Oleh Alloh "Oke, aku kabulkan, tapi kalo kamu sudah menikah".
Karna si Pendoa belum mau menikah karna khawatir gabisa menafkahi atau khawatir bila nanti dihina mertuanya (yang mana kekhawatiranya itu muncul dari keraguan, i'timad amal dan tidak bersandar pada Alloh) akirnya ijabah doanya itu masih pending.

Dawuh sebagian Ahli Ma'rifat : 
"Bila Alloh mau mengabulkan doanya seorang hamba, maka Alloh akan memberi rizqi (menggiring si Pendoa) pada posisi darurat (benar-benar butuh) hingga akhirnya tak ada yang bisa dimintai tolong selain berdoa pada Alloh".
📚 Attanbih Syarah Alhikam, Hal 183. 

Kesimpulan Mudarosah 

Sebaiknya dalam masalah doa ini, seseorang khususnya para Salikiin Muridiin hendaknya selalu taslim berserah pada keputusan-pemilihannya Alloh dengan tidak meninggalkan untuk selalu berdoa, namun berdoanya hanya sebagai penampilan seorang hamba yang selalu faqir-butuh bantuan Alloh, Sebagai penampilan seorang hamba yang mengakui kelemahannya, Sebagai penampilan bahwa kita itu hanya seorang hamba, dan Allohlah Tuhan yang Maha Esa.

Dawuh Syekh Abdul Aziz Al-Mahdawi R.A (Attanbih, Hal 183)  : 
"Setiap orang yang dalam doanya belum bisa meninggalkan hasrat keinginannya dan belum menyerah pada pemilihan Alloh, Maka orang itu termasuk kena Istidraj". 

Bahkan ada dawuh : 
"Bila Alloh mencintai seorang hamba, maka Alloh akan membatasi keinginannya (hingga keinginan yang dimohonkan dalam doanya itu dibatasi/tidak dikabulkan), hingga akhirnya ia menyerah-berserah pada pemilihannya Alloh.
Lihat 📚 Futuhul Ghaib Qadiriyyah, Hal 215.

وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًۭا
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Penjelasan langkah lebih lanjut dalam berdoa, Silahkan baca maqolah sesudah ini, Maqolah 007.

Wallohu 'Alam Bis Shawab 
- Intaha Ulasan Admin 

Artikel Terkait

Mudarosah Interaktif

Share Vote Comments And Other

Author Catatan Mudarosah.

Terima Kasih telah membaca Catatan Mudarosah
[ Rahasia Hikmah Saat Doa Tak Kunjung Terkabul: Al-Hikam Pasal 06 ], Semoga bermanfaat.

Save as FAVORIT Bagikan Artikel

Halaman Catatan Favorit ada di kolom pojok kanan atas.
Contact and Support : admin.mudarosah@gmail.com

Vote
Post Location :
Natam, Kec. Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Indonesia

Bab Dan Fasal

Komentar

Kirim Email
Buka Disqus

Komentar

Kebijakan berkomentar.