Pengertian Kafir dan Kufur dengan Berbagai Jenisnya

Logo Resmi Kampus Mudarosah
Posted By : |
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Pendahuluan Mudarosah

Pembahasan artikel ini adalah pengembangan ulasan pada artikel sebelumnya, yang berjudul "Jebakan kenyamanan Mukasyafah dan Karomah", yang di dalamnya menjelaskan Kamus Kata Al-Hikam Pasal 20 pada teks lafadz "Falaa Takfur/ Jangan Kufur atau janganlah kamu mengingkari". Dalam artikel ini akan membahas pengertian Kafir dan jenis-jenis kufur.

Secara tekstual, lafadz Kafir adalah isim fa'il dari fi'il madhi kafaro (kafaro - yakfuru - kufron - kaafirun). Ada beberapa arti untuk lafadz kafaro ini, tergantung pada kontek yang berhubungan dengan kalimat sebelum dan sesudahnya (siyaqul kalam), atau dalam kontek pembahasan apa lafadz "kafaro - yakfuru" itu dipasang. 

** Kafir secara umum adalah sebutan untuk orang yang mengingkari, tidak percaya, atau menentang ajaran dan syariat Nabi Muhammad S.A.W. Sedang Kufur adalah sebutan untuk kelakuan ingkarnya.

Qultu : Sebenarnya kafir dan kufur itu 2 hal yang terpisah. Karena kufur itu menyasar pada kelakuannya. Baik kelakuan bentuk amali atau i'tiqodi. Maka bisa saja terjadi orangnya secara akidah statusnya tidak kafir, namun ia kufur secara kelakuannya (dalam teknis amaliahnya).

Akirnya, kalo status orangnya kafir, maka sudah mesti kufur. Namun kelakuan kufur belum tentu kafir (secara status akidah orangnya). Entah itu kufur secara kelakuan lahir (terlihat) ataupun secara i'tiqod (pemahaman, perasaan, atau kesadaran bathinnya). 

Bisa terjadi juga secara bathin tidak mengingkari, namun secara kelakuan mengingkari. Atau sebaliknya, secara kelakuan terlihat tidak mengingkari, namun secara kesadaran ia mengingkari, tidak percaya, atau menolak.

Arti lafadz Kufur dari tsulasi mujarod :

Pengertian Kafir dan Kufur dengan Berbagai Jenisnya
Kamus Istilah - Pengertian Kafir dan Kufur. 

1. Kafaro bisa berarti ingkar atau tidak percaya

قَالَ هَـٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّۭ كَرِيمٌۭ 
"iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". Q.S An-Naml (27) ayat 40. 

- Ragu cenderung ingkar (terlalu skeptis), tidak mengakui, atau menentang.
 ۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا مَثَلًۭا ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرًۭا وَيَهْدِى بِهِۦ كَثِيرًۭا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلْفَـٰسِقِينَ 
"tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik". Q.S Al-Baqarah (2) ayat 26. 

2. Kafaro bisa berarti ketutup

- Bisa berarti menutupi atau menyelubungi. Tidak tau akhirnya ketutup dari suatu kebenaran atau fakta. Ia ketutup dengan interpertasinya sendiri. Saat kamu menutup diri dengan satu kesimpulan, maka otomatis kamu ketutup dari kesimpulan-kesimpulan lain, sedang ilmunya Alloh itu luass sekali. Selain Alloh yang Maha Satunya Satu (absolut), berbagai definisi dan kemungkinan itu bisa saja terjadi (dinamis).

لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَـٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ 
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Q.S Al-Ma'idah (5) ayat 72. 

Andai ditanyakan... "Kenapa orang selain islam itu dinamakan kafir?" 
Qultu : "Karena mereka tidak bisa melihat penampilan Alloh pada selain Nabi Isa Al-Masih (nisbat orang Kristen), akirnya mereka menganggap Nabi Isa itu adalah Tuhan. Ia membatasi sesuatu yang Absolute (Alloh) pada sesuatu yang dinamis dan bisa berubah (Makhluk)". Wallohu A'lam. 

3. Kafaro bisa berarti menghapus

- Bisa berarti melebur, menghapus, menebus
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَءَامَنُوا۟ بِمَا نُزِّلَ عَلَىٰ مُحَمَّدٍۢ وَهُوَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۙ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ
"Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka". Q.S Muhammad (47) ayat 2. 

Pengertian Kafir dan Kufur dengan Berbagai Jenisnya
Arti lain dari lafadz Kaffaro. 

Arti lafadz Kufur dari ruba'i mujarod

4. Kaffaro (pake tasydid. Kaffaro - yukaffiru)

Bisa berarti mengingkari, menutupi, meleburkan, atau menghapuskan, tergantung pada siyaq kalam atau kalimat yang mengiringi lafadz kaffaro. 

=====
** Karena yang jadi pembahasan di sini adalah kelakuan kufurnya, maka kelakuan kufur (yang berarti ingkar atau tidak percaya) terbagi dalam berbagai kategori atau jenis. 

Definisi Kufur

- Disarikan dari Mu'jam Mushtholahat Ulum Asy-Syar'iyyah, Hal 1330. Kementrian Agama Riyadh, Cetakan Pertama, Tahun 1439 H. Kufur secara bahasa yaitu tertutup/tertutupi/menutupi sesuatu yang semestinya harus ditampakkan. Kufur secara istilah (dalam kontek pembahasan ini) yaitu mengingkari (tidak mengakui, tidak percaya, mendustakan, menampik, atau menentang) suatu kepastian yang ada dalam ajaran dan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W. 

Seperti mengingkari akan adanya Wujudnya Alloh, mengingkari kenabian Baginda Nabi Muhammad S.A.W, mengingkari ajaran dan syariat Nabi Muhammad S.A.W, seperti keharaman zina, mengingkari hari qiyamat, mengingkari akhirat, dan hukum-hukum lain sebagainya. Entah mengingkari seluruhnya atau sebagiannya. 

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ
"Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali". Q.S At-Taghabun (64) ayat 10. 

- Definisi secara umum yang lebih mengena yang memasukkan semua jenis kufur yaitu juhud pada apa-apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W, entah seluruhnya atau hanya sebagiannya. 

Qultu : Kufur (dalam kosakata bahasa indonesia tidak baku) bisa mempunyai banyak arti, di antaranya :
  1. Mengingkari, 
  2. Mendustakan, 
  3. Tidak mengakui, 
  4. Tidak percaya, 
  5. Menyangkal, 
  6. Menyangsikan, 
  7. Menentang,
  8. Membangkang,
  9. Berkhianat, 
  10. Memerangi (kebenaran)
  11. Menolak, 
  12. Mendurhakai,
  13. Menampik, 
  14. Tidak menganggap, 
  15. Memveto, 
  16. Membuang, 
  17. Tidak tau berterima kasih. 
Dalam kontek (17 arti kufur) tersebut adalah mengingkari ajaran dan syariat Nabi Muhammad S.A.W.

Kategori dan Jenis Kufur : 

A. Kufur Akbar

- Yaitu kufur yang sampai keluar dari Millati Muhammad (ajaran dan syari'at Nabi Muhammad S.A.W). 

Qultu : Kufur akbar ini langsung kena stempel "Kafir". Bila ia memeluk agama selain islam, mengimani dan berkelakuan dengan ajaran Kitab Mansukhoh (Injil, Zabur, Taurat), maka ia dinamakan "Kafir Kitabi". 

B. Kufur Ashghar

- Yaitu kufur yang tidak sampai keluar dari Millati Muhammad (ajaran atau syariat Nabi Muhammad S.A.W). Yaitu kufur yang berkaitan dengan hal-hal teknis dalam penyelenggaraan agama. Atau bisa disebut "Kufur Amali". Seperti kufur nikmat, melakukan maksiat, namun juga ia tidak mengingkari bahwa maksiat itu larangan agama.

- Kufur amali (kufur teknis) ini berada dalam bahaya. Bila Alloh berkehendak, maka diberi kesempatan bertaubat dan diampuni. Bila tidak, ia akan dibiarkan berlarut-larut tersesat dalam kekufurannya (tidak diampuni). 

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman". Q.S Al-Baqarah (2) ayat 6. 

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk". Q.S Al-Bayyinah (98) ayat 6. 

Seperti dalam hadist Nabi Muhammad S.A.W :
سباب المسلم فسوق - وقتاله كفر 
"Mengumpati seorang muslim itu (menjadikan) fasiq. Sedang membunuh muslim itu (menjadikan) kufur". Hadist Shahih Bukhari. Hadist nomor 6044. 

5 Perbedaan Antara Kufur Akbar dan Ashghar

- Yang membedakan antara Kufur Akbar dan Kufur Ashgbar yaitu :
1. Kufur Akbar mengeluarkanmu dari agama islam. Kufur Ashghar tidak.
2. Kufur Akbar menghapus segala amalmu. Kufur Ashghar tidak, namun menguranginya.
3. Kufur Akbar mengekalkanmu dalam neraka. Kufur Ashghar tidak, itu pun andai ia masuk neraka. Karna mungkin saja Alloh memaafkannya. 
4. Kufur Akbar menghalalkan darah dan hartanya (boleh memeranginya). Kufur Ashghar tidak. 
** Poin nomer 4 ini dalam kontek ranah Syari'at. Namun dalam kontek ranah hukum yang berlaku zaman sekarang ini adalah tetap mengedepankan perdamaian. 
** Dalam kontek fiqih, Kufur Akbar pada poin nomer 4 ini sering diistilahkan dengan "Kafir Harbii". 
5. Kufur Akbar tidak membolehkan bagi para kaum muslimin untuk berinteraksi atau bermuammalah dengannya, mencintainya, menjadikannya penguasa, atau wali/pimpinan. Sedangkan Kufur Ashghar tidak. 

Kufur Ashghar diperlakukan sebagaimana ia memperlakukan muslimin. Ia dihargai dihormati dicintai sebagaimana ia menghargai, ia menghormati, dan ia mencintai muslimiin. Bila dipercaya, bisa juga dijadikan pemimpin atau wali. 
** Dalam kontek fiqih, Kufur Asghar dalam poin nomer 5 ini sering diistilahkan dengan "Kafir Dzimmi". 

Jenis-Jenis Kufur 

1. Kufur Iba' wa Istikbar

- Yaitu kufurnya (ingkarnya) orang yang tau kebenaran atas kenabian Nabi (perintah dan larangan Alloh), namun ia tidak mau mengikuti (menentang) ajaran dan syari'at Nabi, dengan dasar ia merasa lebih mulia dan lebih berhak untuk diikuti (emmoh diatur-atur aturan syariat dan merasa lebih berhak menentukan pilihan sendiri). 

- Kufur ini seperti kufurnya Iblis. Kufur ini seperti kufurnya musuh-musuh Rasul. Mereka mengakui Kenabian Rasul, namun tidak mau mengikuti ajaran dan syariat Rasul, alias emmoh diatur-atur aturan syari'at, merasa lebih berhak untuk menentukan pilihannya sendiri. 

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir". Q.S Al-Baqarah (2) ayat 34. 

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَـٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلْكَـٰفِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًۭا ۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلْكَـٰفِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًۭا
"Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka". Q.S Fathir (35) ayat 39. 

Qultu : Termasuk dalam kufur kategori "Iba' wa Istikbar" ini adalah "Kufur Tughyan" alias sudah ingkar lagi menentang atau durhaka terang-terangan. 

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَىْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَـٰنًۭا وَكُفْرًۭا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ
"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu". Q.S Al-Ma'idah (5) ayat 68. 

2. Kufur Istihlal 

- Yaitu kufur dengan sebab menghalalkan apa yang diharamkan Agama secara pasti (ajaran dan syariatnya Nabi) secara pasti. Seperti contoh menghalalkan pembunuhan, zina, minum khamr, sihir, dlsb. Atau sebaliknya, mengharamkan apa yang dihalalkan Agama secara pasti. Seperti menghalalkan Bughat (pemberontak), menghalalkan harta atau darahnya para Muslimiin. 

Qultu : Kufur Istihlal ini kalo to the point bisa dibilang..."Aturan syari'at dipek penak'e dewe. Apa yang sekira menguntungkannya, ia anggap halal. Sebaliknya, sekira yang tidak menguntungkan dirinya, ia anggap haram. 

Termasuk dalam kategori Kufur Istihlal ini adalah mengingkari janji tanpa adanya udzur syar'i, atau memutus perkara berdasar hukum yang berlawanan dengan syari'at. Memutus hukum berdasar suka atau tidak suka (sak karepe dewe). Kufur Istihlal ini mirip-mirip dengan fasiq.

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ 
"Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik". Q.S Al-Ma'idah (5) ayat 47.

إِنَّمَا ٱلنَّسِىٓءُ زِيَادَةٌۭ فِى ٱلْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُحِلُّونَهُۥ عَامًۭا وَيُحَرِّمُونَهُۥ عَامًۭا لِّيُوَاطِـُٔوا۟ عِدَّةَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ فَيُحِلُّوا۟ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوٓءُ أَعْمَـٰلِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَـٰفِرِينَ
"Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir". Q.S At-Taubah (9) ayat 37. 

3. Kufur I'radh

- Yaitu Kufur karena sama sekali tidak memerdulikan ajaran dan syari'at Rasul. Tidak membenarkan, tidak mendustakan, namun juga tidak mau mendengarkan dan melaksanakan ajaran dan syariat Rasul. Ibarat... "Moto picek-kuping budek". 

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِۦ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَآ ۚ إِنَّا مِنَ ٱلْمُجْرِمِينَ مُنتَقِمُونَ
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa". Q.S As-Sajdah (32) ayat 22. 

وَكَأَيِّن مِّنْ ءَايَةٍۢ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ
"Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya". Q.S Yusuf (12) ayat 105. 

مَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَأَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ عَمَّآ أُنذِرُوا۟ مُعْرِضُونَ
"Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka". Q.S Al-Ahqaf (46) ayat 3. 

Kufur Kategori Akbar 

Sebagian Ulama memasukkan kategori di bawah ini pada jenis Kufur Akbar. Disarikan dari Mu'jam Mushtholahat wal Alfadz Al-Fiqhiyyah, Hal 150. Karya Ustadz Abdurrahman Abdul Mun'im. Cetakan Darul Fadhilah - Mesir. Disarikan juga dari Mu'jam Mushtholahat Ulum Asy-Syar'iyyah, Hal 1330.

1. Kufur Inkar wa Takdzib

- Yaitu menolak, menampik, atau mendustakan ajaran dan syariat Nabi Muhammad S.A.W. Baik secara lahir atau bathinnya, baik secara kesadaran hatinya atau secara bentuk kelakuannya. Seperti contoh : Menganggap ajaran dan syariat Rasul itu dusta atau tidak benar. 

** Perhatikan ayat-ayat berikut : 

Pengertian Kafir dan Kufur dengan Berbagai Jenisnya
Kufur sebab ingkar dan mendustakan. 

2. Kufur Takdzib 

- Mendustakan ajaran dan syariat Nabi Muhammad S.A.W. Seperti contoh orang yang meninggalkan sholat fardhu atas dasar menampik atau enggan pada aturan syariat Rasul. Menganggap bahwa ajaran sholat fardhu itu adalah ajaran tidak benar. 

** Perhatikan ayat-ayat berikut : 

Pengertian Kafir dan Kufur dengan Berbagai Jenisnya
Kufur sebab mendustakan ajaran dan syariat Rasul. 

3. Kufur Juhud

- Menampik atau menentang ajaran dan syariat Nabi Muhammad S.A.W. Emmoh diatur-atur oleh ajaran dan syariat-syariat Rasul. 

** Perhatikan ayat-ayat berikut : 

Pengertian Kafir dan Kufur dengan Berbagai Jenisnya
Kufur sebab menampik dan menentang. 

4. Kufur Syak 

- Yaitu tidak meyakini atas kebenaran ajaran dan syariat Nabi Muhammad S.A.W. Tidak meyakini kebenaran hadist-hadistnya yang menerangkan hukum-hukum pasti. Seperti hadist kebenaran akan datangnya hari kiamat, hadist dibangkitkan dari kubur, hadist-hadist tentang akhirat, dan sebagainya. 

 أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلًۭا لَّا رَيْبَ فِيهِ فَأَبَى ٱلظَّـٰلِمُونَ إِلَّا كُفُورًۭا
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran". Q.S Al-Isra (17) ayat 99.

وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌۭ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ
"Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur". Q.S Al-Hajj (22) ayat 7. 

5. Kufur 'Inad 

- Yaitu berpaling + menentang atau (keras kepala) sama sekali tidak memerdulikan ajaran dan syariat-syariat Nabi Muhammad S.A.W. Ia mengakui kebenaran Nabi dengan lisan dan/atau hatinya, namun ia berpaling dan lari dari ajaran dan aturan-aturan syariatnya. "Moto picek - kuping budek".
  • ✓ Berpaling + menentang/membangkang
  • ✓ Sama sekali tidak memerdulikan / sangat ingkar
  • ✓ Menghalangi kebajikan orang lain
  • ✓ Sewenang-wenang sampai melampaui batas
  • ✓ Ragu-ragu atas keesaan dan kekuasaan Alloh
  • ✓ Mengakui selain Alloh punya potensi atau menganggap ada Tuhan lain selain Alloh. 
أَلْقِيَا فِى جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍۢ - مَّنَّاعٍۢ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍۢ مُّرِيبٍ - ٱلَّذِى جَعَلَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِى ٱلْعَذَابِ ٱلشَّدِيدِ 
"Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat". Q.S Al-Qaf, Ayat 24, 25, 26. 

6. Kufur Nikmat

- Yaitu menampik atau tidak menganggap bahwa Allohlah satu-satunya yang memberi nikmat. Menganggap Alloh tidak punya andil atas keberuntungan, kesehatan, keberhasilan, dan kesuksesannya selama ini. Atau menampik kewajiban-kewajiban yang harus dijalani oleh orang yang diberi nikmat. Mengingkari, tidak menganggap, atau tidak berterima kasih pada perantara-perantara yang membawa nikmat Alloh padanya.

Seperti contoh tidak berterima kasih pada orang yang menolongnya, orang yang membantunya, negaranya, pemimpinnya, orang tuanya, gurunya, majikannya, dan lain sebagainya. 

قَالَ هَـٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّۭ كَرِيمٌۭ 
"iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". Q.S An-Naml (27) ayat 40. 

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍۢ وَفِصَـٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu". Q.S Luqman (31) ayat 14. 

7. Kufur Nifaq

- Yaitu orang yang menampakkan kelakuan iman dan seperti mengikuti dan/atau mengiyakan ajaran dan syariat Nabi Muhammad S.A.W, namun dalam hatinya atau saat tidak bersama golongan muslimiin, ia menolak, menampik, menentang, mengejek, menertawakan, mengolok-olok, dan mengingkari itu semua. 

إِذَا جَآءَكَ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ قَالُوا۟ نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُۥ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ لَكَـٰذِبُونَ
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta". Q.S Al-Munafiqun (63) ayat 1. 

وَإِذَا لَقُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا۟ إِلَىٰ شَيَـٰطِينِهِمْ قَالُوٓا۟ إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ
"Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok". Q.S  Al-Baqarah (2) ayat 14. 

8. Kufur iba' wa istikbar

- Yaitu kufur karena angkuh, membuang muka, berpaling, emmoh, gak sudi diatur-atur syariat, beserta menyombongkan diri atas ajaran dan syariat Rasul. 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ لَوَّوْا۟ رُءُوسَهُمْ وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri". Q.S Al-Munafiqun (63) ayat 5.

وَإِنِّى كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوٓا۟ أَصَـٰبِعَهُمْ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَٱسْتَغْشَوْا۟ ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا۟ وَٱسْتَكْبَرُوا۟ ٱسْتِكْبَارًۭا
"Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat". Q.S Nuh (71) ayat 7. 

9. Kufur Thughyan

Yaitu kufur karena memberontak, membelot, atau mendurhakai ajaran dan syariat Rasul. Berbuat aniaya, sewenang-wenang, dan kesombongannya dalam menolak kebenaran itu sudah melampaui batas (ishrar atau terus-menerus). Ia menganggap seakan hidup ini tidak ada aturan (aturan Alloh dan ajaran Rasululloh) hingga ia berbuat durhaka sampai melampaui batas. 

Qultu : Kufur Tughyan itu nisbat kufur nikmat, ia menyalahgunakan nikmat itu untuk terus-menerus sewenang-wenang dalam berbuat maksiat, sedang ia juga tau kalo (perbuatan) maksiatnya itu adalah larangan Alloh. 

✓ Sudah gak tau terima kasih pada yang memberi nikmat,
✓ Menampik dan mengingkari yang memberi nikmat,
✓ Lebih jauh lagi ia malah mendurhakai si pemberi nikmat dengan alat nikmat itu sendiri, 
✓ Dan kelakuan kesewenang-wenangan kita dalam mendurhakai-Nya itu terus-menerus.
✓ Allohumma...dan Alloh yang memberi nikmat itu selalu mengawasi, menyaksikan, melihat, mendengar, dan mengetahui kedurhakaan kita yang terus-menerus itu. Allohu Rabbii.

وَنُقَلِّبُ أَفْـِٔدَتَهُمْ وَأَبْصَـٰرَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ وَنَذَرُهُمْ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ
"Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat". Q.S Al-An'am (6) ayat 110. 

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَىْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَـٰنًۭا وَكُفْرًۭا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ
"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu". Q.S Al-Ma'idah (5) ayat 68. 

وَإِنِّى كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوٓا۟ أَصَـٰبِعَهُمْ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَٱسْتَغْشَوْا۟ ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا۟ وَٱسْتَكْبَرُوا۟ ٱسْتِكْبَارًۭا
"Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat". Q.S Nuh (71) ayat 7. 

Kesimpulan Mudarosah

A. Kafir adalah julukan atau sebutan bagi orang yang (berkelakuan) tidak punya iman. Kafir ini adalah kesebalikan dari Muslim. Sedang kelakuannya itu disebut dengan Kufur. Seperti yang sudah diuraikan pada penjelasan di awal tadi.

- Bila ia menampakkan kelakuan iman, namun hatinya menolak, maka ia disebut Munafik. 

- Bila kufurnya itu setelah sebelumnya (berkelakuan) iman, maka ia disebut Murtad. 

- Bila ia menganggap ada Tuhan selain Alloh (menganggap bahwa selain Alloh itu mempunyai potensi), maka ia disebut Musyrik.

B. Bila ia menganut suatu agama dan mengimani (berkelakuan) dengan kitab mansukhah (injil, taurat, zabur), maka ia disebut Kafir Kitabi. 

- Bila Kafir Kitabi memerangi (negara atau daerah kekuasaan) Muslimiin, maka dalam istilah fiqih disebut "Kafir Harbii".

- Bila Kafir Kitabi berdamai di negara atau daerah kekuasaan Muslimiin, maka ia disebut "Kafir Dzimmi".

** Qultu : Perbedaan Kafir Harbii dan Kafir Dzimmi (nisbat dalam kontek fiqih) hanya dalam hukum setempat daerah situ (hukum sosial kemasyarakatan daerah situ). Namun nisbat dalam kontek i'tiqod/aqidahnya, mereka tetap sama-sama disebut Kafir. Soal kufurnya itu masuk dalam kategori jenis apa, maka diperinci lagi, seperti yang sudah diuraikan pada awal pembahasan artikel ini. 

✓✓ Plot Twist dari penjelasan yang sudah diuraikan adalah "ternyata selama ini kita itu seringkali kufar-kufur kufar-kufur. Entah masuk kufur yang jenis nomer 1, 2, 3 ,4 ,5, 6, 7, 8, atau nomer 9". Semenit yang lalu kita percaya, semenit kemudian kita kufur ingkar lagi, dan Alloh selalu mengawasi, menyaksikan, melihat, mendengar, dan mengetahui itu semua. Dan kelakuan kufur kita itu sudah dinash dalam Al-Quran : 

وَإِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فِى ٱلْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلَّآ إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا نَجَّىٰكُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ ۚ وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ كَفُورًا
"Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih". Q.S Al-Isra (17) ayat 67.

✓✓ Semoga keimanan kita semua selalu dijaga oleh Alloh. Selalu dibantu dan ditolong agar dapat selalu tunduk pada perintah-Nya serta patuh menjalani ajaran dan syariat Rasul-Nya. Aamiin. 

=====
Wallohu A'lam Bishawabih
~ Intaha, Ulasan Admin Mudarosah. 

Artikel Terkait

Mudarosah Interaktif

Share Vote Comments And Other

Author Catatan Mudarosah.

Terima Kasih telah membaca Catatan Mudarosah
[ Pengertian Kafir dan Kufur dengan Berbagai Jenisnya ], Semoga bermanfaat.

Save as FAVORIT Bagikan Artikel

Halaman Catatan Favorit ada di kolom pojok kanan atas.
Contact and Support : admin.mudarosah@gmail.com

Vote
★ ★ ★ ★ ★
Post Location :
Kec. Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Indonesia

Bab Dan Fasal

Komentar

Kirim Email
Buka Disqus

Komentar

Kebijakan berkomentar.