Filosofi Hutang-Piutang Dan Teori Kecerdasan Financial Versi Tasawuf

BlogAuthor
Posted By : |
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Pemahaman Utang Piutang. 

Secara Adab Tasawuf :

1. Sering di awali dengan kesalahan niat.

Orang berhutang (selain hutang untuk keperluan wajib) itu seringkali dimulai dari nafsu yang terselubung. Entah ingin pamer, ingin dianggap yang terdepan, ingin dianggap mampu, ingin mengalahkan atau menyaingi kompetitor, ingin punya harga diri yang lebih waooww  "ini lho aku...". Hal ini bertentangan dengan latihan-latihan atau mujahadahnya para murid suluk. 

Hutang Wajib yaitu hutang yang dirimu mau gak mau harus menempuh tertutupnya hajat atau kebutuhan primer dengan cara berhutang. Yang seandainya kalo kamu gak berhutang saat itu, dirimu atau keluargamu atau jihadmu atau keimananmu akan runtuh alias kalo gak ditutup dengan cara berhutang, kewajiban atau amanah-amanahmu itu akan bubar semua. 

Tanbiih : 
Untuk meneliti permasalahan niat atau tujuanmu itu tersusupi oleh nafsu atau tidak, kalo gak orang yang ahli di bidang Muroqobah itu sangat sulit sekali. Bila punya guru atau pembimbing ruhani (Mursyid), sebaiknya konsultasikan dengan guru pembimbing. 

Filosofi Hutang-Piutang Dan Teori Kecerdasan Financial Versi Tasawuf
  Kecerdasan Financial Versi Murid Suluk. 

2. Kurang Bersyukur

* Belum waktunya, belum berkemampuan namun sudah tergesa-gesa dimampu-mampukan. Selain itu, ia belum mampu memaksimalkan potensi yang sudah ada. 

Adanya motor, ya maksimalkan kemampuan motor. Namun jika sudah terdesak.. "Oo gak bisa ini, kalo gak pake mobil maka penyelenggaraan amanah ke orang-orang (pelanggan) akan jadi runyam. 

Maka saat sudah seperti itu (hajat yang didatangkan Alloh itu sudah nyata), maka bila kamu berhutang mobil atas dasar niat efisiensi dan kecepatan penyelenggaraan amanah pada orang-orang (pelanggan), maka insya Alloh persolan hutangmu nanti akan dibantu oleh Alloh. ** Bukan untuk niat enak-enak lo ya!!

3. Tamak.

** Seringkali didasari dari Ambisi (bersandar pada kemampuannya)

4. Bersandar Pada Selain Alloh.

** Bersandar pada kemampuannya, Rencananya, Prediksinya, Spekulasinya, Wahmunnya.

5. Tabarum (Memastikan).

** Ia sudah memastikan pada keberhasilan yang belum terjadi.

6. Al-Yaqin La Yuzalu Bi Syak.

Hutang itu mbayarnya WAJIB-Sudah terjadi/disepakati.
Sedang dibelikan/ditasarufkan untuk sesuatu yang tidak wajib/tidak perlu/tidak darurat/berdasar spekulasi/prasangkanya saja.

** Yang bisa memberi keringanan untuk mengambil sesuatu yang wajib (hutang), hendaknya sesuatu itu wajib juga/darurat.

Misalnya, hutang untuk makan, hutang untuk pendidikan agama, dlsb.

7. Takut Melarat/Miskin soal harta dunia.

Takut gak kebagian, Takut gak sukses.
** Ini bertentangan dengan kaidah Keimanan / tasawuf.

SECARA EKONOMI :

Hutang itu sebenarnya...

1. Membeli Sesuatu Yang Sebenarnya Ia Belum Mampu/Belum Perlu.

2. Beban Cash-Flow.

** Sedikit pun bunga kredit/hutang itu membebani cash-flow keuangan kita.

3. Pembengkakan Cash-Flow.

Akan membengkak dengan ketamakan lainnya (barang pendukungnya).
** Beli Mobil, misalnya.
Maka butuh garasi, butuh perawatan, butuh aksesorisnya, butuh biaya-biaya pendukung yang lain. Yang mana biaya² lain tersebut satu kesatuan dengan sesuatu yang sebenarnya belum perlu/belum mampu/konsumtif.

** No 3 ini senada dengan teori Al-Ghazali, yaitu :
"Sesuatu itu bila melebihi kebutuhan-kecukupan, Maka akan menarik-membengkak pada kebutuhan² yang lain".

Simpelnya contoh :
"Kamu punya lebihan uang 150 juta, terus kamu belikan Mobil. MAKA biaya untuk merawat Mobil beserta rumit-rumitnya itu bisa membengkak 10x lipat dari 150 juta tadi".


Termasuk biaya kecemasan-kekhawatiran bila Mobilmu atau Tabunganmu kenapa-kenapa.

Katanya pingin tenang-tentram?
Lah kok semakin kaya-semakin banyak punya ini-itu kok malah makin gak tenang, gak pernah istirahat? Kenapa?

4. RUMAH (diluar kecukupan) adalah beban konsumtif yang sangat sangat menghabiskan keuanganmu.
Seberapa banyak uangmu akan habis ditelan untuk renav-renov rumah beserta printilan-printilannya, yang semua itu di luar kecukupanmu.

PENERAPAN KECERDASAN FINANCIAL :


1. Bersyukur

2. Jangan Tamak-Kepinginan.

3. Stop Kredit Konsumtif.

4. Ciptakan Pasif Income.

5. Mulai dari ciptakan usaha yang minim modal atau zero cost.

- Buruh (jual tenaga sambil belajar dan memetakan rencana).

- Sales (Ciptakan modal Amanah kepercayaan dan tanggung jawab.

- Bertani-Berkebun
Karna bertani itu modal 1 butir jagung, bisa jadi 100 butir jagung.
Dengan penanganan perawatan dan pemupukan berbiaya minimal tentunya.

Kamu bisa tanam dan jual sayuran yang cepat panen dan menghasilkan pendapatan harian.

- Beternak.
Dengan penanganan perawatan dan pemupukan berbiaya minimal tentunya.

- Makelar.
Gunakan kemampuan negoisasi dan berjualan kamu.

6. Jangan berspekulasi pada usaha yang bermodal hutangan.

** Spekulasi itu Dzon (prasangka), sedang mbayar hutang itu Wajib.
** Jangan mengorbankan sesuatu yang Pasti (saat ini) untuk suatu spekulasi (Dzon).

Boleh berspekulasi, namun bertawwakallah pada Alloh. Atau Istikhoroh dulu.

7. Bila No 1-6 belum dapat/belum ketemu, maka kamu harus menekan pengeluaran seminimal mungkin (di luar kebutuhan² daruratmu).

Karna pada rumusnya, PEMASUKAN ITU ADA 2 :
1. Bila kamu tidak bisa/belum bisa menambah pemasukan, MAKA...

2. Kamu harus menekan pengeluaran/biaya/cost-nya.

8. HENDAKNYA....
Perbanyak pemasukan dan Perkecil pengeluaran/biaya/cost-nya.

** Termasuk pengeluaran² yg sifatnya cuma nuruti kesenengan.
Semisal Piknik, kumpul² gak jelas, self reward, dan lain sebagainya.

✍️ No 8 ini terkesan egois, namun langkah ini harus kamu ambil untuk menstabilkan keuanganmu.

9. Sederhanakan/Efisiensikan Taraf Hidup/Biaya Hidup.
Lebih mengedepankan fungsi daripada sekedar nama dan gaya.

- Sama² mobil, cukuplah mobil pickup.
- Sama² motor, cukuplah motor supra.
- Sama² hape, cukuplah hape pasaran.
- Sama² rokok, cukuplah rokok biasa.
- Sama² Lauk, cukuplah lauk seadanya.
- Sama² Rumah, cukuplah rumah sederhana.

Mungkin itu dulu, bila ada penambahan, post akan diupdate.


Mudarosah Interaktif

Artikel Terbaru Catatan Mudarosah


Muhadloroh Interaktif

Bab Dzikir Dan Do'a


Fiqih Interaktif

Muhadloroh Fiqih Ala Mizani Tawwasuth.

Pelajari Selengkapnya ...

Mausuah Adab

Praktek Tatakrama Ubudiyyah Wal Muammalah.

Pelajari Selengkapnya ...

Para Tokoh Salafu Shalih

Biografi Para Imam Dan Para Tokoh Islam.

Pelajari Selengkapnya ...

Ma'arif Tasawuf

Intens Pemahaman Amaliah Tasawuf.

Pelajari Selengkapnya ...

Syarah Asma' Wa Adilatihi

Interaktif Mudarosah Kajian Syarah Asma'.

Pelajari Selengkapnya ...

Mausuah Tafsir

Interaktif Mudarosah Tafsir Al-Qur'an.

Pelajari Selengkapnya ...

Muhadloroh Interaktif

Share Vote Comments And Other

Author Catatan Mudarosah.

Terima Kasih telah membaca Catatan Mudarosah
[ Filosofi Hutang-Piutang Dan Teori Kecerdasan Financial Versi Tasawuf ], Semoga bermanfaat.

Save as FAVORIT Bagikan Artikel

Halaman Catatan Favorit ada di kolom pojok kanan atas.
Koreksi dan masukan, silahkan kirim via Email.

Vote:
Kirim Donasi
Post Location :
Kec. Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Indonesia

Bab Dan Fasal

Comments And Inbox

Kirim Email
Buka Disqus

Komentar

Kebijakan berkomentar.
  • Berkomentar dengan bahasa baik dan patut.
  • Jangan menyertakan link (selain link catatan pembahasan terkait).
  • Disclaimer Kampus Mudarosah lebih lanjut bisa dibaca Di SINI.
  • Kontak dan dukungan bisa hubungi admin.mudarosah@gmail.com.