Teori Dan Logika Harta Dunia Fana Dari Pemahaman Tasawuf.
Hakikat Harta Dunia Oleh Nabi Isa 'Alaihi Salam.
Nabi Isa A.S bersabda :
"Tak ada kebaikan dalam harta (uang yang berlebih)".
Para pengikutnya bertanya:
"Kenapa Wahai Nabi?"
Nabi Isa..
"Karena seringkali bercampur dengan yang tidak halal".
Para Pengikut..
"Andai harta itu dari halal?"
Nabi Isa..
"Maka seringkali tidak melaksanakan hak dan kewajiban dari harta tersebut.
Para Pengikut..
"Andai hak dan kewajiban harta tersebut sudah ditunaikan?"
Nabi Isa..
"Yang mempunyai harta tersebut tidak selamat dari penyakit takabur-kesombongan dan bakhil".
Para Pengikut..
"Andai yang punya harta tersebut selamat, tidak sombong lagi dermawan?"
Nabi Isa..
"Maka sudah pasti harta itu akan menyibukkannya, melalaikan dari Dzikrulloh".
Para Pengikut..
"Andai harta itu justru menambah dirinya pada Dzikrulloh?"
Nabi Isa..
"Maka sudah pasti akan menambah panjangnya hisab di Yaumil Akhir".
______
Qultu (Pendapat penulis berdasar dari pengalaman dan pengamatan referensi yang sudah pernah dibaca).
 |
| Logika Duet Dari Penilaian Tasawuf. |
- Dunia itu mengecewakan-merepotkan.
Ku sangka menyenangkan, ternyata merepotkan.
"Loh yang kerja karyawanku koq Mas?"
"Lah ya sama aja, Juragan juga yang mikir banyak kelengkapannya".
Mulai asramanya, gajinya, tunjangannya, asuransinya dan banyak lagi, itu semua yang nanggung ya Juragannya. Terlihat seperti Bos, namun kalau dipikir lebih mendalam, aslinya malah orang-orang kaya itu yang malah jadi buruhnya orang-orang bawah.
- Dunia itu cuma bayang-bayang.
Kalo kita diam, dia ngece.
Kalo kita kejar, dia malah lari.
Saat muda badan sehat lagi semangat-semangatnya, kita belum mapan/sukses.
Kalau ketika sudah mapan, gantian umur kita sudah tua, badan kita sudah loyo. Yang pada akhirnya kalau bukan kita yang meninggal-meninggalkan, ya kita yang ditinggalkan (entah karna harta bendanya itu habis, rusak, hilang atau letinggalan zaman).
- Dunia itu seperti awan mendung.
Alias awan yang membuat gerah, yang kalau kita paksa agar jadi teduh dan sepoi, maka harus keluar tenaga atau biaya yang lumayan banyak, yang mana kalo sebenarnya gerah itu kita tahan, ya cuma gitu-gitu aja, nanti kalo sudah saatnya tiba waktu malam, gerah itu akan hilang dengan sendirinya.
Mau dibuat teori seperti apapun, Dunia itu banyak rekoso susah dan kepayahannya daripada enaknya-istirahatnya. Tidak imbang sama sekali.
- Dunia itu seperti ular (berbisa).
* Carinya susah-payah, banyak berkorban.
Nek wis ketemu, iso nyaplok koe😂
Wis akeh wong dipateni Ndunyone dewe.
- Ndunyo kui kayak Virus.
* Bisa mengundang banyak kasus lahir + bathin.
- Ketempelan Ndunyo kui kayak ketempelan Gulo.
** Memang rasanya manis, tapi bisa jadi sebab banyak penyakit (dari segi badan).
Goro² dyite turah², jajane ga terkontrol, akire ngundang banyak penyakit.
** Mengundang banyak ancaman-kekhwatiran (dari segi lahir)
- Ada saham anjlok, Ada inflasi, PPN naik, ada mobil tabrakan, ada pencurian, GEDANDAPAN Karepe dewe.😀
** Mengundang banyak godaan Syetan (dari segi lahir + bathin)
- Ndunyo kui ancen Jancukk😀
- Ndunyo itu persis RENTENIR.🤧
* Pura-pura ngasih, pura-pura memberi harapan, tapi bakal nagih lebih banyak (tambah sibuknya, tambah capeknya, tambah khawatirnya).
Sama sekali tidak imbang.
Kita diiming-iming, nanti kalau banyak uang, hidupnya akan enak bahagia bisa banyak waktu istirahat, akan banyak masalah terselesaikan, tapi ternyata semua omong kosong.
Bukannya tambah istirahat, tapi banyak uang malah tambah capek dan khawatir-cemas.
- Ndunyo itu seperti mimpi.
Nanti kalau kamu sudah mati baru terbangun dan tersadar...
"Loh kok hilang semua?" - baru sadar.
Mana mobilku, sawahku, keluargaku, teman-temanku, sahamku, pabrikku, uang yang aku kumpulkan seumur hidup, kenapa hilang?" ~ baru sadar.
Cuma dapat plolak-plolok sendiri menangis dalam kuburan. Sookoorrr😀
Kekayaane, omahe, mobile, tanahe, digawe rebutan waris.
Bojone, kawin neh.
Anak²e wis podo ngurusi butohe dewe.
"Loh, koq ilang kabeh".
Tenan, mbelani Ndunyo kui ora worth it blass.
______
** NDUNYO di sini itu, bisa..
- Kekayaan,
- Kekuasaan-Pangkat,
- Kekuatan,
- Popularitas.
- Cari nama di tengah² makhluk-masyarakat. (Ben di arani opo ngono)
- Banyaknya pengikut,
- Ketampanan-Kecantikan,
- Kelebihan/Karomah.
- Sirkel yg Su',
- Dlsb.
Termasuk, Kepandaian-Kepintaran itu juga Ndunyo.
Opo nek wis pinter kui wonge selamet?
Durung mesti, kalo ga hati-hati seringkali malah bisa menyengsarakan-mencelakakan dirinya sendiri, bahkan orang lain.
Kalo kamu ketempelan Ndunyo, justru malah harus lebih extra berhati-hati, ora koq malah tenang²😀.
Tugase lebih berat + lebih banyak, tapi belum tentu dapat nilai.
Ono sugih-ono melarat.
Kyk ga adil ya?
Tapi ternyata Gusti Alloh kui adil banget.
Tidak dikasih itu = dikasih banyak.
Presiden, bingung mikir rakyate.
Kyai, bingung mikir santrine.
Pedagang, bingung mikir dagangane.
Wong sugih, bingung jogo bondone.
Publik figur, bingung jogo image,
Wong ayu-ganteng, bingung jogo rupane.
Lah, kamu ga dikasih itu semua itu berarti kamu DISELAMATKAN OLEH ALLOH.
Bikin kasus hikmah seperti itu, molak-malik posisine Menungso dgn cepat itu kalo bukan yg Maha Pinter-Maha Kuasa, gak akan bisa.
Krn Alloh Maha Kuasa, makanya isonan.
_______